Ojek Syar’i Alternatif Transportasi, Anda Berminat ?

Ojek Syar'i, Alternatif Transportasi

Islamedia – Moda transportasi alternatif kini makin diminati oleh masyarakat, apalagi di kota-kota besar yang tingkat kemacetannya cukup tinggi. salahsatunya Ojek.

Bila di Jakarta dan sekitarnya sedang marak GO-JEK atau GrabBike yang menggunakan aplikasi android untuk memesan Ojek. Kini di Surabaya sedang ramai dibicarakan Ojek Syar’i.

Sesuai namanya, pengendara ojek dari Ojek Syar’i tersebut dikemudikan seorang wanita dengan busana muslim.

Adalah Evilia Adriani (19), mahasiswi UPN Veteran Surabaya jurusan Hubungan Internasional, yang memulai ide usaha ini.

“Mulanya, ide ini lahir karena banyak wanita yang ingin bepergian dengan kendaraan umum yang susah keluar bukan karena transportasinya, tapi karena drivernya laki-laki. Kondisi ini membuat wanita Syar’i tak nyaman bila bersentuhan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya,” Ujar Evilia, dikutip dari merdeka, Sabtu (8/8/2015).

Selain itu banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di angkutan umum menjadi alasan lain dirinya mengembangkan ojek syar’i.

Usaha yang ia digagas bersama Reza Zamir (21), Abdullah Dinar (32) dan Agus Edi S (32) pada Februari 2015 dan resmi beroperasi pada Maret 2015 itu kini mulai merambah beberapa kota, tidak hanya di Surabaya.

“Saat ini kita ada di Surabaya, Malang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo dan Jakarta Barat. Total sahabat pengendara lebih kurang ada 30. Untuk armada, yang terbanyak masih di Surabaya 20, Sidoarjo 4, Jakbar 5, Malang 1, Yogyakarta barunya,” Ungkap Evilia.

Tarif 

Untuk menggunakan jasa Ojek Syar’i ini, Evilia menuturkan konsumen dikenakan biaya awal Rp 5.000 yang digunakan untuk mengganti uang transportasi pengemudi dari rumah ke lokasi konsumen.

Selanjutnya, tarif per kilometer ialah Rp 3.000. Selain itu, ada uang tunggu sebesar Rp 5.000 per 30 menit, sedangkan biaya pembatalan order sebesar Rp 10.000.

Melihat potensi bisnis dari alternatif transportasi ini, anda berminat ?

[islamedia/YL]

Facebook Comments