Nilai Sebuah Persahabatan antara Erdogan dan Jusuf Kalla

Nilai Sebuah Persahabatan

Islamedia – Mengetahui Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla, akan ke Washington, maka Erdogan, mengundang sahabatnya dari Indonesia itu menghadiri peresmian Pusat Kebudayaan Turki Maryland, di sela sela acara Nuclear Security Summit di Washington DC 2/4.

Rupanya tidak hanya mengundang JK, tapi beberapa Kepala Pemerintahan yg hadir pada pertemuan yg digagas Obama itu masuk dalam  daftar undangan Turki.

Namun mereka hadir dengan berbagai alasan. Tersisalah JK yg belum memberi konfirmasi mengenai kehadirannya.

Setiba di Washington, pihak Kemlu RI pun memberi masukan, agar Pak JK mempertimbangkan lagi rencana kehadirannya di acara tersebut, jika bermaksud hadir, karena kepala pemerintahan negara lain, infonya tidak akan datang. Jadi bagi Kemlu sebenarnya yang ideal Pak JK tidak perlu hadir.

Mendengar penjelasan tersebut, JK rupanya berpikir lain. Menurut JK, “Justru di saat seperti itu kita harus hadir, agar mereka tau kita peduli kepada Turki, kita respek kepada sesama negara berpenduduk muslim. Dengan begitu Indonesia tampil lebih menonjol dan diperhitungkan serta dihormati. Dan tentu Presiden Erdogan, akan respek.

Apa yang di pikiran JK ternyata terbukti. Indonesia menjadi makin luar biasa di mata Turki, sebuah negara yang solider dan terhormat.

Mungkin karena itulah, di luar skenario, Presiden Erdogan memberi kehormatan yang setimpal kepada JK, meresmikan Mesjid Dua Menara dan Pusat Kebudayaan Turki di Maryland AS, Sabtu (2/4/2016).

Didampingi sahabatnya Erdogan, JK pun menggunting pita merah disambut tepuk tangan ratusan warga Turki.

Husain Abdullah, Jubir Wapres.
————————————–
Itulah kenapa, Pemimpin Muslim Tetap Lebih Baik Dari Pada Yang Non Muslim. Begitu pentingnya kehadiran JK di sebuah acara potong pita oleh negara yang berani terang2an kritik perez di forum internasional atas kebijakan negaranya terhadap muslim di Palestina. Erdogan lakukan itu. Diplomasi yang luar biasa. Inilah sisi Urgensi pemimpin muslim. Kalau bukan muslim, tak yakin akan hadiri itu.

Dikutip dari Facebook Ustadz Fahmi Salim

Facebook Comments