“Nasib” Desa di Palestina Terjajah; Dihancurkan Zionis Israel, Dimintai Biaya Penghancuran Pula

Desa Al-Araqeeb yang terus menerus diganggu Israel.

Islamedia – Sudah menjatuhkan, menimpakan tangga pula. Demikian barangkali peribahasa yang pas untuk menggambarkan kelakukan Israel penjajah.

Pihak penjajah Israel menuntut warga Palestina yang dirubuhkan dan dihancurkan rumahnya, agar segera membayar biaya penghancuran tersebut, demikian menurut laman Middle East Monitor mengutip laporan kantor berita Safa pada Ahad (7/2/2016) lalu.

Pengadilan negeri Israel di Bir Sheva menggelar sesi khusus pada hari Ahad, untuk membahas tuntutan yang diajukan pihak Israel terhadap warga Palestina yang hidup dan bermukim di desa Al-Araqeeb.

Al-Araqeeb adalah sebuah kawasan desa tua Palestina, terletak di area yang dijajah Israel sejak 1948. Pemerintah penjajah Israel dari masa ke masa menolak mengakui eksistensi desa tersebut. Hal itu menyebabkan desa Al-Araqeeb terputus dari layanan fasilitas publik yang semestinya ada.

Tak hanya diputus dari layanan publik, desa Al-Araqeeb selama ini sudah digeruduk sekurangnya sebanyak 92 kali oleh Zionis Israel. Penggerudukan itu sebagai upaya untuk mengenyahkan keberadaan desa tersebut.

Alih-alih memberikan ganti kerugian atas penggerudukan, penghancuran berkelanjutan itu, otoritas Israel malah menuntut agar warga desa membayar biaya penghancuran kepada Israel.

Jumlah uang yang dituntut pun tidak tanggung-tanggung, yakni 2 juta Shekel Israel atau setara 515.000 dollar Amerika.

Uang sebesar itu diklaim Israel merupakan biaya yang dihabiskan hanya untuk satu kali penghancuran saja, yang dilakukan pada 27 Agustus 2010 lalu. Warga desa lainnya kemungkinan bakal membayar lebih pada kesempatan lain, ketika Zionis Israel meruntuhkan rumah-rumah mereka.

Selain desa Al-Araqeeb, masih ada 40-an desa Palestina lainnya yang menghadapi nasib serupa jika tidak ada pembelaan dari komunitas internasional. (ismed/memo)

Facebook Comments