Muslim Kenya yang Melindungi Warga Kristen Akhirnya Meninggal Dunia, Netizen Galang Kampanye #HeroSalah

Salah Farah sempat dirawat.

Islamedia – Kampanye media sosial untuk menggalang dana bagi keluarga Salah Farah terus mendapatkan perhatian luas. Salah Farah adalah seorang muslim di Kenya yang meninggal dunia setelah menjadikan dirinya tameng bagi warga Kristen dari penyerangan kelompok bersenjata di kota Mandera.

Masyarakat menyebut pria 27¬† tahun tersebut sebagai “pahlawan sejati” dan menjadikannya simbol baru negeri itu.

Salah Farah ditembak kelompok bersenjata Al-Shabab setelah ia menolak berpisah dari rombongan penumpang Kristen dalam perjalanan dari Mandera ke Nairobi pada bulan Desember lalu.

Menyusul luka parah yang dideritanya, Salah akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Senin (25/1/2016) pekan lalu. Ia meninggalkan 4 orang anak yang berusia antara 2 hingga 10 tahun, serta seorang istri yang sedang mengandung buah hatinya dan diperkirakan akan melahirkan pada pekan ini.

Setelah kabar kematiannya diketahui publik, sebuah kampanye online mengemuka bertujuan untuk menggalang dana bagi keluarganya.

“Salah adalah seorang pahlawan,” ujar Abdullahi Derow (26 th), seorang aktivis yang memprakarsai kampanye di Twitter dengan tagar #HeroSalah.

“Salah merupakan satu-satunya anak lelaki di keluarganya, ayahnya kini sudah sangat sepuh, sedang anak-anaknya sendiri masih kecil-kecil,” kata Derow yang juga berasal dari Mandera.

“Saya berusaha memikirkan apa dan bagimana yang dapat kita lakukan untuk membantu keluarganya, sebagai sesama warga Kenya, sekurangnya untuk mengapresiasi apa yang telah ia perbuat bukan hanya bagi Kenya, tetapi juga bagi kemanusiaan,” kata Derow menjelaskan. Derow sendiri mendapatkan persetujuan untuk melakukan kampanye itu dari Rashid, sepupu Salah. Rashid juga yang kini menanggung sementara anak-anak Salah.

Rashid sendiri mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah memberi izin.

“Anak-anak itu membutuhkan tempat berteduh, mereka butuh pendidikan, mereka butuh perawatan,” kata Rashid, “demikian juga ayah dan ibunya (Salah).”

Rashid juga menjelaskan bahwa Salah Farah adalah seorang¬† pria yang relijius dan dihormati, yang baru saja dipromosikan menjadi wakil kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan sekolah dasar yang cukup besar. “Ia amat dihormati warga desa,” kata Rashid menjelaskan tentang sepupunya.

Sejauh ini, kampanye tersebut berhasil mengumpulkan dana lebih dari 150.000 shilling Kenya atau 1,460 dollar Amerika. Penyumbangnya pun beragam bahkan dari luar Kenya. Mulai dari profesor wanita yang berkedudukan di Kanada dengan sumbangan 200 dolar AS hingga yang hanya menyumbang beberapa shilling saja.

“Bahkan meskipun orang mengirim hanya beberapa shilling saja, itu dapat membuat perbedaan besar,” tandas Derow.

Kendati terus didesak mundur untuk keluar dari kota-kota utama di Somalia, pasukan Al-Shabab masih terus melauncurkan serangan mematikan di penjuru ujung Tanduk Afrik tersebut.

Pada pekan sebelumnya, kelompok itu menyerang pangkalan militer yang dijaga pasukan Kenya yang bergabung bersama pasukan Uni Afrika di kota El-Ade, Somalia.

Derow mengatakan bahwa banyaknya dukungan atas kampanye online itu juga mengirimkan “pesan yang jelas” kepada Al-Shabab bahwa rakyat Kenya bersatu melawan Al-Shabab.

“Ini merupakan wujud rasa patriotisme. Warga Kenya merasa bahwa dengan menolong keluarga Salah Farah serta membantu pendidikan anak-anaknya, maka itu sudah merupakan sebuah perlawanan atas Al-Shabab,” kata Derow.

“Kami semua bersatu dalam menghargai para pahlawan kami,” pungkas Derow. (ismed/aljazeera)

Facebook Comments