Mirip Gaya Kompeni, Ahok Gunakan Politik “Devide Et Impera” Untuk Membenturkan Antara DKM Masjid dan Warga Luar Batang

Mirip Gaya Kompeni, Ahok Gunakan Politik Devide At Impera antara DKM Masjid dan Warga Luar Batang

Islamedia – Pengurus DKM Masjid Jami Keramat Luar Batang Mansur Amin secara tegas menolak pernyataan Ahok agar pihak Masjid mempengaruhi Warga Luar Batang untuk mewakafkan tanahnya dan rela digusur.

Mansur menyebut cara yang dilakukan Ahok dengan mendekati pihak Masjid untuk mempengaruhi warga seperti cara penjajah yang melakukan politik pecah belah (devide et impera). Ahok ingin membenturkan antara pengurus Masjid dengan warga.

Menanggapi Penyataan Ahok agar Warga Luar Batang bersedia Mewakafkan rumah dan tanahnya untuk Perluasan sekitar Masjid dimana Ahok menugaskan Sekda agar meminta bantuan Pengurus Masjid untuk mendekati Masyarakat agar bersedia mewakafkan tanahnya adalah sebuah permintaan yang tidak masuk akal dan bertujuan memecah belah (devide et impera)” ujar Mansur.

Sikap masjid sudah jelas bahwa antara Masjid dan permukiman warga Luar Batang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pihak Masjid konsisten menolak penggusuran karena akan berdampak pada penghancuranSyiar Islam dan meluluh lantakkan kearifan lokal warga Luar Batang.

Menurut Mansur banyak pemerhati sejarah yang juga meyakini bahwa minimal kampung ini sudah ada sejak abad ke 12 (masa keyaan Kerajaan Hindu Sunda Pajajaran), dengan sejarah yang demikian panjang maka Kampung Luar Batang mendapat predikat Kampung Pusaka/Kampung Heritage.

Mungkin Ahok lupa jikalau kampung kami juga bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan Kota Tua Jakarta” jelas Mansur. [islamedia/mh]

Facebook Comments