Meski Ditolak Keras Masyarakat, Ahok Tetap Minta DPRD DKI Bahas Raperda Reklamasi

Islamedia – DPRD DKI mengatakan sulit untuk mengikuti permintaan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar dua rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi Teluk Jakarta kembali dibahas DPRD DKI Jakarta.

Hal tersebut diutarakan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi.

Karena seingat saya, dulu, ketika kisruh reklamasi mulai mencuat ke publik, Pak Ketua (Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi) telah memutuskan untuk menghentikan pembahasan tentang raperda reklamasi ini,” kata Suhaimi, Rabu (12/10).

Dilansir Republika, Suhaimi menjelaskan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama jika sekarang Ahok menginginkan dua raperda itu dibahas lagi di DPRD.

Pertama, permintaan sang gubernur harus dibahas terlebih dahulu di dalam rapat pimpinan (rapim) DPRD. Di situ, setiap pimpinan fraksi akan memberikan pandangan mereka terkait reklamasi. Proses ini, lanjut Suhaimi, tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Berikutnya yang kedua, saat ini banyak sekali kalangan yang mengkritisi reklamasi, sehingga melanjutkan pembahasan raperda tersebut adalah pilihan yang hampir mustahil untuk dilakukan.

Tidak hanya masyarakat, pemerintah pusat pun mengkritisi reklamasi, termasuk salah satunya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pak Rizal Ramli sewaktu masih menjabat Menko Maritim dulu juga mengkritisinya. Cuma Pak Luhut (Menko Maritim yang sekarang, Luhut Binsar Pandjaitan) saja yang berbeda pendapat,” terangnya.

Ketiga, reklamasi telah menuai penolakan keras dari masyarakat nelayan di Jakarta Utara karena dinilai merugikan kehidupan mereka. Dengan begitu, langkah yang tepat dilakukan saat ini menurut Suhaimi adalah mengkaji ulang kebijakan reklamasi, bukan mengesahkan raperda tersebut di rapat paripurna DPRD.

Menurut fraksi kami, semua perda, mau apa pun itu, harus bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Perda itu tidak boleh menimbulkan kerugian atau kesengsaraan terhadap rakyat banyak,” katanya. [republika/islamedia]

Facebook Comments