Menyusul Inggris, Walau Menuai Protes, Akan Ada Bank Islam di Negara Eropa Ini

Satu lagi bank di Eropa akan buka layanan syariah.

Islamedia – Di negara di benua Eropa ini, Islam merupakan agama terbesar kedua. Tak kurang dari 600.000 muslim tinggal di sana.

Selama ini, Inggris dikenal sebagai pemain penting yang berperan sebagai pusat perbankan Islam. Lembaga keuangan Di Inggris ada Bank Lloyd yang menawarkan akun rekening syariah. Ada juga Al-Rayan Bank yang sebelumnya bernama Bank Islam Inggris Raya, yang perolehan labanya terus meningkat selama 18 bulan terakhir.

Tak mau ketinggalan, sebuah bank di Austria baru saja mengumumkan proyek percontohan rekening bank Islam. Produk syariahnya itu akan mulai tersedia pada Februari mendatang. Kehadirannya bakal menjadi praktik bank Islam yang pertama di negara terkaya ke-12 di dunia tersebut. Demikians eperti dilansir laman IINA pada Selasa (19/01/2016) lalu mengutip The Independent.

Adalah BAWAG PSK nama bank yang akan membesut produk rekening bank Islam itu. Dalam pernyataannya, mereka menyebut akan menyuguhkan rekening bank yang selaras dengan hukum syariah, yang melarang pengenaan bunga riba atau beternak uang dari tabungan nasabah.

Hukum Islam juga melarang dana yang dikumpulkan bank itu dipakai untuk usaha bisnis yang tergolong dosa, haram atau tidak Islami. Dalam hal ini termasuk usaha yang berkaitan dengan alkohol, persenjataan, atau perjudian. Pihak bank mengatasi masalah “riba” dengan skema peminjaman uang tanpa biaya bunga, melainkan mendorong peminjam untuk mengembalikan pinjaman melalui cicilan bertahap.

Keputusan bank yang berkedudukan di kota Wina tersebut, tak urung menuai protes dari sebagian warga Austria. Sederetan komplain menghiasi laman Facebook BAWAG PSK, berisi keluhan dari orang-orang yang berprasangka bahwa nasabah muslim bakal diuntungkan diperlakukan lebih dan istimewa.

Kendati demikian, pihak bank menegaskan, bahwa justru siapapun tanpa pandang agama, dapat membuka rekening syariah jika memang percaya bakal memberi imbal balik finansial yang menguntungkan.

Kepala bagian Keuangan Islam di lembaga konsultan PriceWaterHouseCoopers, Mohammad Khan, menerangkan bagaimana sebuah akun bank syariah dibuat. “Sayaratnya tidak boleh ada bunga riba dan harus benar-benar transparan. Juga harus terang benderang apa dan bagaimana biaya yang dikenakan.”

Khan juga menjelaskan, untuk menilai syariah tidaknya, sebuah dewan pengawas harus menyetujui produk dimaksud, di mana setidaknya tiga orang pakar Islam meneliti, mencakup¬†pemasaran, syarat dan ketentuannya, serta biaya-biayanya.” (ismed/iina)¬†

Facebook Comments