Menunggu Keberanian KPK dengan Brimob Bersenjata Geledah Kantor Ahok

Menunggu Keberanian KPK dengan Brimob Bersenjata Geledah Kantor Ahok

Islamedia – Pengamat Politik Muslim Arbi meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tidak diskriminasi dalam menindak pihak-pihak yang merugikan keuangan negara. KPK harus berani menangani dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Basuki Tjahya Purnama (Ahok) dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta.

Muslim Arbi sangat berharap sikap galak KPK dengan membawa Brimod bersenjata saat menggeledah anggota DPR juga dilakukan ketika menggeledah kantor Ahok.

KPK jangan diskriminasi, berdasarkan audit BPK yang sudah dinyatakan bahwa pembelian lahan RS Sumber Waras merugikan negara tetapi KPK hanya diam saja. Dipanggil saja tidak apalagi kantornya digeledah penyidik KPK bersama Brimob bersenjata” ujar Muslim Arbi sebagaimana dilansir inteijen, senin (18/1/2016).

Senada dengan Muslim Arbi, dalam Pakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran Prof Romli Atmasasmita mengungkapkan bahwa KPK pengecut karena tidak segera menetapkan tersangka dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta.(baca : Untuk Kasus RS Sumber Waras, KPK Dinilai Lambat dan Pengecut).

Sementara dalam pemberitaan sebelumnya komisioner KPK Laode M Syarif mengungkapkan bahwa kasus RS Sumber Waras masih dalam proses. (baca : Inilah Jawaban Pimpinan KPK Saat Ditanya Kasus Korupsi Ahok).

Sebagaimana diketahui, dalam skandal korupsi RS Sumber Waras, kuat dugaan alokasi anggaran untuk pembelian lahan tersebut senilai Rp 800 miliar melalui APBD perubahan (APBD-P) 2014 tanpa melalui pembahasan di dewan. [islamedia/mh]

Facebook Comments