Mengapa Gagal Target Tilawah Al-Qur’an Ramadhan?

2102

Islamedia – Ramadhan sudah lebih dari 10 hari berlalu, pertanyaannya sudahkah minimal 10 juz Al-Qur’an kita membacanya?

– Bila jawabanya sudah, Alhamdulillah.
– Bila jawabanya belum, ada yang salah dalam diri anda.

Gagalnya target membaca Al-Qur’an minimal 1 Juz setiap hari banyak faktor yang menyebabkanya, sedikitnya ada 3 faktor mengapa target tilawah Al-Qur’an kita gagal.

1. Persiapan yang Instant
Beberapa orang mengunakan momentum Ramadhan sebagai sarana meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, dari sebelumnya jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah tilawah Al-Qur’an kemudian menjadi rajin Tilawah Al-Qur’an. Semangat yang tinggi namun tanpa adanya persiapan jangka panjang akan mudah lelah dan akhirnya istirahat dan tak berlanjut lagi. Persis seperti perlombaan lari, tidak pernah melakukan latihan, namun ikut perlombaan lari 30 km, pada 1 kilometer awal langsung lari cepat, namun ketika kaki akan melangkah ke kilometer ke 2 tidak kuat dan akhirnya istirahat dan berhenti selamanya.

2. Manajemen Waktu yang Lemah
Awal-awal memasuki bulan Ramadhan, nuansa ruhiyah sangat kental dan sangat mendukung setiap Muslim untuk beribadah termasuk Tilawah. Namun sering dijumpai bahwa target 1 juz sehari tanpa dibarengi manajemen waktu yang tepat. Hari pertama setelah Sholat Shubuh, bisa tilawah dalam satu waktu bisa mencapai 1 juz bahkan lebih, hari kedua setelah Sholat Shubuh hanya 1/2 juz, hari ke 3 hanya 1 lembar. Dan hari berikutnya tidak pasti kapan akan Tilawah.

Seharusnya misalnya untuk mencapai target 1 juz Al-Qur’an dalam 1 hari, apabila menggunakan Mushaf Usmani ada 20 halaman, seharunya dapat dibagi menjadi 5 waktu Sholat, sehingga setiap selesai Sholat cukup membaca 4 halaman secara konsistent. Atau bisa saja dipecah sesuai waktu yang dinginkan, yang penting secara konsistent melaksanakanya.

3. Sekedar Membaca, Tak Memahami yang Dibaca
Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab, beberapa Muslim hanya membaca tulisan Arab nya tanpa memahami apa yang dibacanya. Hal inilah yang menyebabkan membaca Al-Qur’an tanpa ada yang membekas dalam diri, sehingga terkadang berakhir kepada kejenuhan. Berbeda ketika membaca novel yang best seller yang terkadang jumlah halamanya jauh lebih tebal dari Al-Qur’an, namun anehnya dalam beberapa hari bisa khatam.

Bila belum memahami bahasa Arab, saat ini telah banyak Al-Qur’an yang dilengkapi terjemahan dan buku Tafsir juga sudah banyak. Sebaiknya setiap membaca Al-Qur’an dibarengi juga dengan membaca terjemahanya dan akan lebih baik lagi ditambah membaca tafsirnya, sehingga pemahamana lebih sempurna, sehingga sebelum dan sesudah tilawah Al-Qur’an ada sesuatu yang berbeda.

Semoga 3 faktor diatas dapat direnungkan kemudian secara perlahan melihat kondisi diri kita. Ramadhan masih ada beberapa hari lagi, jangan sampai berlalu begitu saja tanpa ada bekas dalam diri kita. Belum ada kata terlambat untuk mengakui kelemahan kita, saatnya memperbaiki cara kita dalam tilawah Al-Qur’an sehingga diri kita termasuk hamba Allah yang mendapat pahala sebagaimana yang telah Allah janjikan ketika kita membaca huruf Al-Qur’an.

Wallahu a’lam

Abu Zahra

Related Posts

Facebook Comments