Memaknai Angka-Angka dalam Bisnis

Islamedia – Rendy Saputra, adalah CEO dari salah satu brand pakaian muslim di Indonesia, berikut ini adalah sebuah artikel yang ditulis di laman facebooknya, semoga bermanfaat.

Berbisnis adalah menghadirkan angka-angka papan skor. Walaupun secara maknawi, bisnis adalah proses mentransfer nilai melalui produk, namun tetap saja, nilai tersebut harus ditukar dengan uang, dan uang akan berbentuk angka-angka didalam laporan.
Selain tentang papan skor, ada sebuah kredo utama didalam bisnis : “Anda tidak bisa mengatur, apa yang Anda tidak bisa ukur”
Ketika kita ingin mengatur penjualan agar terus bertumbuh, kita harus mengukur jumlah kunjungan pembeli ke toko kita, kita harus mengukur ketersedian supply barang, kita harus mengukur ketepatan kehadiran kerja SDM yang terlibat dan banyak ukuran-ukuran yang lain.
Maka angka-angka adalah hal yang dekat dengan pebisnis.

Yang jadi masalah adalah, terkadang kita terjebak didalam angka-angka, tanpa memaknai hal-hal dibalik angka. Kegagalan dalam memaknai angka ini, terkadang membuat seorang pebisnis melemah, lalu kemudian berhenti berjuang.

*****

Jika Anda membuka salon spa khusus muslimah dan satu pelanggan biasa menghabiskan 250.000,00 di salon Anda, maka, ketika laporan keuangan Anda menorehkan Angka 4 juta rupiah, hal itu tidak sekedar 4 juta rupiah, tetapi ada 16 muslimah yang sudah terlayani di salon Anda.
Terkadang Anda sedih, mengapa hanya 4 juta, biasanya 1 hari 10 juta. Anda lalu kehilangan rasa syukur, anda lalu kehilangan semangat untuk berbuat lebih baik, anda ngedumel, kenapa hanya 4 juta.

4 juta itu bukan “hanya”. 4 juta itu berarti 16 muslimah yang telah mendapatkan pelayanan. Coba Anda bayangkan, ada 16 mulimah yang bisa jadi akan lebih mood menjalani hidup karena kesegaran yang diberikan oleh Salon Anda. Bisa jadi, ada 16 muslimah yang kemudian akan lebih prima melayani suaminya, mungkin, mereka akan lebih berbahagia dalam mengurus anak-anaknya. 4 juta rupiah di laporan keuangan Anda berarti sebuah kebaikan yang luar biasa. Mari maknai!

*****

Saat di Mekkah pekan lalu, Saya memancang niat besar untuk kembali berbagi ke dunia edukasi bisnis. Saya melihat celah platform edukasi bisnis yang positif melalui grup FB. Karena saking seriusnya, saya membuat grafik pertumbuhan jumah member setiap hari.
Pertumbuhan rabu ke kamis lalu, menunjukkan perlambatan pertambahan member. Kurang lebih 150 orang bertambah dalam kurang dari 24 jam, dan menurut Saya hal itu lambat.
Secara manusiawi, Saya ada setitik tanya di hati, namun segera saya tepis, karena Saya menemukan makna dibalik angka-angka member grup yang bertambah.
Bagi Saya, akum akun FB tidak sekedar angka-angka. 1 akun merepresentasikan seorang sosok yang ingin bertumbuh, yang ingin belajar, yang ingin lebih baik lagi. Jikalau pun tak ada member yang bertambah, namun artikel Saya hari itu telah dibaca oleh satu orang yang berniat bertumbuh, cukuplah hal itu bagi diri Saya.
Saya meyakini, bahwa perubahan pada satu orang, bisa berdampak pada keluarganya, perusahaannya, masyarakatnya, bahkan negaranya.
Saya memaknai kembali, artikel FB ini bukam tentang 10 likes, 100 likes, 1000 likes. Atau 10 share, 100 share, 1000 share. Bagi saya, tulisan tulisan Saya di grup ini adalah usaha untuk menghadirkan kebaikan bagi manusia. Walau hanya 1 orang.

*****

Saya mengajak para Ziders untuk memaknai angka-angka pada laporan keuangan. Saya ingin para Ziders memaknai angka-angka jumlah pengunjung dengan bijak dan penuh syukur. Angka-angka tersebut bukan sekedar bilangan, tetapi angka-angka itu mewakili jumlah manusia yang ada.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

Facebook Comments