Mantan Mendag Sesalkan Kebijakan Impor Beras Vietnam

KEDIRI, 6/1 - EKSPOR BERAS. Seorang pekerja mendorong kereta beras di sebuah industri penggilingan beras premium di Kelurahan Jongbiru, Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/1). Pemerintah akan mulai melakukan ekspor beras berkualitas bagus sebanyak 10-20 ribu ton pada Februari 2009 dengan negara tujuan Jepang, Hong Kong dan Singapura, setelah target produksi beras nasional pada 2008 sebesar 3,1 juta ton berhasil dilewati dengan pencapaian produksi sebesar 3,2 juta ton. FOTO ANTARA/Arief Priyono/ama/08

Pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengatakan, sepanjang 2015, pemerintah Indonesia tidak melakukan impor beras, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Seperti diketahui, beras impor asal Vietnam telah masuk ke Indonesia. Dijelaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), ini merupakan impor tahap awal dari total impor yang sudah disepakati.

Hal ini mendapat sorotan dari mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Ia menilai, pemerintah grasa-grusu dalam mengambil keputusan soal impor beras dari Vietnam, karena bertentangan dengan pasokan beras dalam negeri yang dinilai aman.

“Lahan kita kan luas, kenapa kita tidak maksimalkan itu, kenapa kita tidak bisa isi pasar kita dengan produk dalam negeri,” Ujar dia, sebagaimana diberitakan inilah.

Kandidat Ketum Kadin Indonesia ini berpendapat, kebijakan impor beras seharusnya dapat ditekan. Ia juga mengingatkan agar pemerintah seharusnya mendorong produktivitas dalam negeri untuk pasar dalam negeri pula.

“Pasar kita besar. Jadi pemerintah harus berpikir bagaimana kita bisa mengisi pasar dari dalam negeri,” pungkasnya. [inilah/islamedia]

Facebook Comments