LSM Inggris Pro-Palestina Banjir Dukungan di PBB

Islamedia – LSM yang berkedudukan di Inggris, Palestinian Return Center (PRC), akhirnya secara resmi memperoleh status konsultatif di Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada hari Senin (20/7/2015) pekan lalu. Keberhasilan itu tak lepas dari gagalnya manuver Zionis Israel untuk memblokir LSM tersebut dari PBB. Demikian seperti diangkat Middle East Monitor pada Rabu (22/7/2015) lalu.

Dalam pertemuan di New York itu, Badan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) beranggotakan 54 negara akhirnya menyetujui rekomendasi yang sebelumnya diajukan oleh sub-komite untuk mengakreditasi PRC, dan memveto resolusi penjegalan dari Israel, dengan hasil voting 16 lawan 13 (18 suara abstain).

Pihak PRC mengungkapkan “kepuasannya” dengan hasil voting ECOSOC tersebut. PRC menggambarkannya sebagai sebuah “kemenangan bersejarah, bernilai strategis, dan bermakna positif bagi rakyat Palestina dan hak rakyat Palestina untuk kembali.”

Israel yang menuding PRC sebagai “bagian esensial dari jejaring Hamas” telah memperingatkan para anggota ECOSOC, bahwa memberikan status konsultatif kepada organisasi tersebut dapat “membuka jalan bagi organisasi teroris lainnya, seperti Jabra al-Nusra dan ISIS, untuk juga mendapat status LSM.”

Negara-negara yang memberikan suara menentang resolusi Israel dan mendukung PRC ialah Argentina, Bangladesh, Bolivia, Brazil, China, Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan, Mauritania, Pakistan, Russia, South Africa, Sudan, Trinidad & Tobago, Tunisia, dan Zimbabwe.

Sedangkan negara-negara yang mendukung Israel ialah AS, Australia, France, Germany, Italy, Inggris, Austria, Greece, Albania, Botswana, Croatia, Estonia, dan Finlandia.

Menanggapi atas pilihan Inggris yang bersuara mendukung resolusi Israel untuk menjegal PRC, pihak juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) Inggris mengatakan, bahwa “Inggris sudah mempertimbangkan semua informasi secara serius sebelum mengikuti voting, termasuk informasi yang diperoleh pemerintahan Inggris, data  terbuka, dan masukan dari para mitra.”

Pihak FCO juga mengklaim bahwa “pertanyaan-pertanyaan serius telah diajukan mengenai apakah tujuan, prinsip, dan kegiatan PRC telah sesuai dengan semangat, maksud, dan prinsip-prinsip Piagam PBB.” Ketika ditanya lebih jauh apa lengkapnya “pertanyaan-pertanyaan serius” itu, pihak FCO menolak menjelaskannya.

prc_palestinian_return_centerPekan lalu, PRC mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan langkah hukum melawan misi Israel di PBB atas apa yang disebut sebagai “tuduhan pencemaran nama baik dan membahayakan.”

Sebelum voting di New York itu, PRC telah meraup dukungan lebih dari 100 anggota parlemen Inggris dan parlemen Eropa. Israel telah melobi keras para pihak agar menentang akreditasi PRC, dan bersumpah untuk berusaha dan memblokir prosesnya setelah rekomendasi awal disampaikan pada bulan Juni lalu, tetapi akhirnya Israel gagal juga.

Menurut laman resminya, PRC adalah sebuah lembaga konsultansi media dan akademik yang independen, berkedudukan di Inggris, yang berfokus pada riset dan monitoring isu terkait warga Palestina yang tersebar di sleuruh dunia dan hak mereka semua untuk kembali ke tanah air mereka. (memo/prc/ismed)

Facebook Comments