Komnas PA Desak Pemerintah Tutup Situs Promosikan Gaya Hidup LGBT

Apa pun alasannya, LGBT tak boleh mempromosikan diri di Indonesia, baik lewat kampanye maupun lewat media sosial, seperti Facebook dan Twitter, demikian ujar ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.

Ia juga mengatakan Menteri Komunikasi dan Informatik bisa mengajak Facebook melakukan pertemuan membahas konten yang mempromosikan LGBT, dan pemerintah bisa meminta Facebook agar menutup akses yang mempromosikan LGBT di Indonesia.

Hal tersebut, terang dia, penting dilakukan agar situs-situs maupun konten Facebook yang mempromosikan gaya hidup LGBT tidak bisa diakses anak-anak dan remaja.

“Saya yakin kalau ada situs atau konten Facebook yang nyata-nyata melanggar ketentuan sebuah negara, ada aturan mainnya di setiap masyarakat internasional sesuai dengan budayanya masing-masing,” katanya, Kamis (25/2).

Dilansir dari Republika, Arist menerangkan pasti bisa membatasi dan mengendalikan situs-situs promosi LGBT. Terbukti selama ini Komnas PA bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa mengendalikan situs radikal, porno, dan situs yang mengandung kekerasan.

“Jadi, saya yakin pasti pemerintah bisa menutup situs-situs yang mempromosikan gaya hidup LGBT. Pemerintah sudah tahu caranya,” ungkapnya. [republika/islamedia]

Facebook Comments