100% Buatan Indonesia, Kiai Astronom: “Satelit LAPAN-A2 Insya Allah Akan diluncurkan September 2015”

Islamedia – Target agar Indonesia bisa membuat sendiri satelit telekomunikasi pada 2021 kian mendekati kenyataan.  Setelah sukses dengan Satelit LAPAN A1/TUBSat yang dibuat bersama ahli-ahli Jerman dan diluncurkan pada 2007, satelit generasi selanjutnya siap diluncurkan. “Satelit LAPAN-A2 Insya Allah akan diluncurkan September 2015,” kata Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di akun Facebooknya pada Agustus lalu.

Thomas menjelaskan, satelit lokal tersebut dilengkapi sejumlah teknologi mutakhir, di antaranya mampu mengobservasi permukaan bumi menggunakan kamera video, kamera digital, serta peralatan sistem identifikasi otomatis untuk pemantauan kemaritiman.

“Kami berharap ini bisa mendukung kemajuan dan kemandirian Indonesia,” ujar Thomas yang oleh kawan-kawannya di kampus dijuluki “Kiai Astronom” karena begitu kuat tekadnya untuk menyatukan astronomi dengan ilmu falak.

Berbeda dari Satelit Lapan A1, satelit terbaru ini merupakan 100% karya anak bangsa.

“LAPAN-A2 ini murni dilakukan engineer Lapan dari pembuatan, penelitian dan perekayasanya sepenuhnya menggunakan fasilitas Lapan,” ujar Thomas.

Ahli Pustek LAPAN membuat Satelit Lapan A2 dalam waktu 5 tahun. Pada tahun 2012, kata Thomas, sebetulnya satelit berbobot 78 kg itu sudah selesai. Namun karena berbagai kendala, peluncuran ditunda.

“Jika kondisi memungkinkan, rencananya 27 September mendatang diluncurkan di India. Setelah mengorbit, pusat kendali dilakukan di sini,” kata Thomas.

Satelit LAPAN A2 mampu mengambil citra daerah-daerah di bumi dengan resolusi 5 meter. Satelit ini juga dapat mengirimkan data secara langsung (real time) maupun dengan revisit (90 menit) dan dalam waktu peliputan yang tinggi (15 menit dalam radius 1000 km) untuk satu stasiun atau untuk seluruh wilayah Indonesia.

Satelit LAPAN A2 adalah satelit mikro berdimensi 50 x 47 x 38 sentimeter dan berbobot 78 kilogram. Meski kecil, tapi kemampuannya besar. Orbit A2 berada pada ketinggian 650 kilometer (km) dari muka Bumi, lebih tinggi 20 km dari satelit LAPAN A1 (630 km).

Berbeda dari Satelit Lapan A1 yang merupakan satelit polar dengan orbit mengelilingi kutub Bumi, Satelit Lapan A2 merupakan satelit ekuatorial atau mengelilingi bagian khatulistiwa Bumi. Keunggulannya, satelit ekuatorial akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali sehari, sedangkan satelit polar hanya 4 kali sehari. (viva/jawapos/kompas/detik/)

Facebook Comments