KH Syuhada Bahri : Melawan Komunis, Umat Islam Harus Konsolidasi

KH. Syuhada Bahri

Islamedia – Komunisme pada saat ini sudah mulai dirasakan, sejarah panjang pemberontakan komunis lewat PKI menjadi catatan kelam bangsa Indonesia.

Di Indonesia PKI memberontak pada tahun 1948 dan 1965 dan pada saat itu komunisme di Indonesia ditopang oleh Cina dan Uni Soviet.

Dalam catatan sejarah, komunisme dimana saja selalu melakukan makar, seperti pembantaian di Uni Soviet yang mengakibatkan korban yang berjatuhan mencapai jutaan orang.

Hal ini juga menjadi perhatian KH Syuhada Bahri, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

“Sekarang ini negara sedang mengalami gonjang-ganjing politiki, PKI dalam hal ini selalu memanfaatkan masa seperti ini. Dalam hal ini semua komponen bangsa biasanya fokus ke kota untuk memikirkan persoalan tersebut. Nah, PKI mengambil kesempatan itu dengan masuk ke desa-desa yang “terlupakan” oleh pejabat-pejabat negara.” Ungkap KH Syuhada Bahri, seperti dilansir dari Panjimas, Rabu (26/8).

Jika diamati PKI sudah perlahan berani menampakkan batang hidungnya. Sel-selnya sudah mulai digerakan melalui seni dan budaya. menurut analisa bahwa saat ini orang PKI sedang melalukan test, apakah dengan gerakan PKI ini negara akan bersikap atau tidak.

Sementara itu Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya yang lalu juga memberikan wacana akan meminta maaf terhadap korban HAM berat termasuk para korban PKI.

Hal ini membuat resah beberapa kalangan di TNI angkatan darat mulai resah. Sebab jika itu benar ditetapkan maka yang akan menjadi “tersangka” adalah dua yaitu TNI Angkatan Darat dan Islam. Makanya beberapa jenderal mulai fokus pada persoalan tersebut.

“Maka mewaspadai kebangkitan munculnya gerakan PKI bukan sebuah sikap berlebihan tetapi memang benar adanya”Ujar Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ini.

Menurut KH Syuhada Bahri, ada beberapa hal yang harus disikapi dalam menghalau arus gelombang kebangkitan komunis.

Beberapa hal diantaranya yaitu, pertama umat Islam harus segera melakukan konsolidasi organisasi. Kedua harus ada langkah edukasi turun kebawah. Dan yang ketiga melakukan advokasi.[islamedia/YL]

Facebook Comments