Ketika Para Pesepak Bola Memilih Hijrah

Sumber Foto : Pemuda Hijrah

Hijrah. Kata itu seolah telah menjadi ‘life style’ banyak orang. Mulai dari selebriti hingga semua kalangan berramai-ramai ber-hijrah pada kebaikan. Masa lalu yang kelam, jauh dari Allah, pada akhirnya membuat mereka sadar sehingga mereka memilih untuk segera kembali kepada Allah dengan ber-hijrah.

Kini, hijrah itu juga menjadi pilihan hidup beberapa punggawa bola Indonesia. Siapa tak kenal Eka Ramdani dan Wildansyah ? Mereka dan beberapa pemain bola lainnya duduk khusyuk di depan seorang ustadz muda yang juga munsyid Young Ikhwan, Ustadz Atep Taruna.

Seperti diceritakan melalui fanpage Komunitas Pemuda Hijrah, sore itu, mereka tengah belajar tahsin. Meski terbata-bata, namun tetap semangat terus mendekatkan diri pada Allah melalui bacaan Al-Quran. Tak tanggung-tanggung, mereka ambil privat tahsin dua kali dalam seminggu. Berburu kajian dari masjid ke masjid, hingga ikut qiyam selepas tengah malam.

“Kami ingin mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Kang Eka, mantan andalan timnas.

Nasib persepakbolaan di tanah air yang tak tentu, membuat ia harus mencari sumber penghasilan lain dengan berjualan beras, dan kini semua upayanya ditawakkalkan pada Allah.

“Bukan hanya pemain yang kena dampaknya, tapi seluruh yang terlibat dalam sepak bola. Segala upaya penyelesaian rasanya sudah dilakukan. Sekarang kami hanya bisa berdo’a,” kata Kang Eka.

Hijrahnya beberapa pemain bola ini, tak lepas dari hidayah Allah yang turun melalui salah kang Diki Budiawan, Ketua Pejuang Subuh Bandung, memanfaatkan masa sulit ini dengan mengajak sahabat-sahabat lapangan hijau ke masjid. “Atlit dan artis itu tak jauh beda. Sama-sama selebritis yang dikelilingi godaan. Popularitas dan uang bisa menggiring jadi maksiat,”kilahnya. Eka senyam-senyum. Upaya Diki berhasil. Dari satu orang merembet ngajak yang lain.

Mari kita doakan mereka agar menjadi pemain bola yang tidak hanya tangguh di lapangan, tapi juga tangguh dalam keimanan.

Facebook Comments