Ketika Hamas Membongkar Kebohongan Netanyahu

Islamedia – Negara penjajah Israel dinilai kalang kabut dan gusar pasca pernyataan kepala biro Hamas, Khaled Meshaal dan Abu Ubaidah, juru bicara Al-Qassam dalam peringatan tahun pertama perang Gaza terkait jumlah serdadu Israel yang ditawan oleh kelompok pejuang perlawanan Palestina.

Sebagaimana dilansir Infopalestina, Senin (13/7/2015), pengamat politik Palestina, Khalid Maali menilai kegusaran itu tampak pada Netanyahu, kabinet dan elit militer Israel setelah pernyataan Meshaal menegaskan bahwa Israel meminta agar diberitahu nasib dua serdadu Israel yang disandera dan dua jasad yang ditahan oleh perlawanan Palestina.

Kini Hamas mampu menciptakan peristiwa. Padahal selama ini Palestina dan Arab hanya bisa menerima dan menjadi korban peristiwa. Kini justru Hamas yang mengendalikan Israel karean Hamaslah yang mampu memaksa Israel bicara, bukan sebaliknya. Israel sebelumnya meyakini Hamas hanya memiliki jasad serdadu.

Namun kemudian Israel mengakui Hamas memiliki serdadu Israel yang hidup yang mereka sandera. Ini menaikkan kredibilitas Al-Qassam di publik Israel dan justru pernyataan Netanyahu yang bohong yang sebelumnya menafikan informasi Hamas.

Kebohongan Netanyahu menunjukkan pemerintah penjajah sedang menyembunyikan kekhawatiran.

Psywar, politik war, media war yang dilakukan hari-hari ini oleh elit Israel atas Gaza bertajuk “kebohongan” sangat besar. Sebab Israel menyadari bahwa perang media masih menjadi kata-kata kuci penting untuk mempengaruhi psikologi musuh agar mau bicara. [PIP/islamedia/YL]

Related Posts

Facebook Comments