Kerjasama GIDI dengan Israel, BIN Diminta Segera Telusuri

Islamedia – Kepolisian dan aparat intelejen diminta lebih serius menangani stabilitas keamanan di Tolikara, Papua, pasca tragedi di Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya itu, otak pelaku dari kerusuhan tersebut harus ditangkap dan di proses secara hukum.

“Penegakan hukum harus dilakukan, jangan terkesan ada pembiaran. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas pelaku pembakaran masjid, termasuk bila ada indikasi bila penyerangan tersebut direncanakan oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Sekjend Paham Indonesia Rozaq Asyhari dikutip dari RMOL, Ahad (19/7).

Pembiaran jangan sampai terjadi, karena sempat tersebar selebaran pelarangan ibadah oleh kelompok jemaat GIDI tersebut.

Kandidat Doktor dari Fakultas Hukum UI itu juga meminta agar aparat inteljen dari BIN turut menelisik persoalan ini. Terlebih, di media sosial ramai memperbincangkan informasi bahwa kelompok pembakar masjid tersebut memiliki kerja sama dengan Israel.

“Oleh karenanya, BIN perlu melakukan penelusuran mengenai kemungkinan pengaruh atau keterlibatan Israel dalam persoalan ini. Kemudian masyarakat dapat diberikan informasi yang benar berkaitan dengan informasi tersebut,” ungkapnya.

Perlu diketahui, seperti dilansir dari laman Pusatgidi.org, organisasi tersebut terdaftar secara resmi di Kemenag. GIDI memiliki visi ‘Umat GIDI Masuk Sorga (The Community of GIDI Enter Heaven)’. Adapun, misinya ada empat, yaitu Penginjilan, Pemuridan, Pembaptisan, dan Pengutusan.

Dari laman tersebut, terungkap pula bahwa GIDI memiliki program kerjasama dengan Israel. Kerjasama dengan Kehilat Ha’Seh Al Har Zion (KHAHZ) tersebut disepakati pada 20 November 2006.[rm/Islamedia/YL]

Facebook Comments