Kampanye Anti Israel Melalui Sosial Media Makin Massif, Pemerintah Zionis Siapkan Perang Cyber

Gerakan boikot dunia (BDS) atas Israel yang semakin massif membuat geram pemerintah zionis. Karenanya, pemerintah Zionis akan menggunakan teknologi canggih untuk meretas dan menggagalkan kampanye anti Israel terutama di sosial media.

Dilansir Info Palestina, koran Yesrael Hayom Israel menyatakan, Israel saat ini sudah menyiapkan perang baru melalui senjata cyber untuk menghadapi kampanye untuk mencabut legalitasnya yang sudah mengilfiltrasi ke sejumlah lini sosial dan politik bahkan sampai kepada Sekjen PBB. Bahkan, dianggarkan lebih dari 100 juta Shekel untuk perang cyber untuk menyerang BDS yang semakin kokoh di Eropa.

Di samping itu, pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-Mon yang menyerukan agar mengakhiri penjajahan Israel di wilayah Palestina turut andil dalam merusak citra Israel di mata dunia, ujar Menteri Urusan Strategi Israel Gilad Ardan, Yesrael Hayom.

Adam Millstain, Penggagas Cyber Tech, mengatakan bahwa gerakan BDS sudah membuat target untuk menghancurkan Israel. Dua tahun terakhir, ada sekitar 40 lembaga perguruan tinggi di seluruh Amerika untuk mengesahkan keputusan memboikot Israel di bidang akademi. Bahkan di seluruh dunia ada usaha dari 400 perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Studi Keamanan Nasional Israel Jenderal Amos Yadlin menyebutkan, negara paling berbahaya bagi Israel di Timur Tengah adalah “negara Facebook”. Yang memimpin Amerika 20 tahun lagi hari ini belajar di perguruan-perguruan tinggi yang sudah tersebar pemikiran anti Israel. [infopalestina/islamedia]

Facebook Comments