Jokowi-JK Pernah Berjanji Jika Pimpin Indonesia Tak Akan Utang Luar Negeri

Islamedia – Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pernah menyatakan ketika masa kampanye Pilpres bahwa jika mereka terpilih menjadi presiden Indonesia akan menolak hutang luar negeri. Janji Jokowi JK ini juga diulang oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo.

Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. Menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun,” ujar Tjahyo Kumolo sebagaimana dikutip dari liputan6.com, Selasa (3/6/2014).

Namun janji tinggal janji, kini setelah 8 bulan pasangan Jokowi JK menjadi Presiden dan wakil Presiden, Jokowi JK telah hutang ke luar negeri dengan jumlah yang sangat fantastis yaitu Rp 850 triliun. Artinya, persentasi keberhasilan pemerintahan Jokowi meminjam uang rata-rata perbulannya Rp 106,25 triliun.

Menanggapi apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi JK, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman sangat menyayangkan sikap Jokowi yang hobinya pinjam hutang.

“pantas saja ketika debat Pilpres 2014 yang lalu Jokowi dengan enteng mengatakan uang Rp 40 triliun mudah dicari padahal kondisi ekonomi kita belum pasti, ternyata mudahnya itu dengan cara berutang” ujar Jajat sebagaimana dikutip rmol.co, Jumat (3/7/2015).

Lebih lanjut, Jajat menyatakan bahwa jika dalam delapan bulan saja Jokowi telah menambah hutang luar negeri Rp 850 triliun. Bayangkan, jika tahun pertama Jokowi memimpin hutang Indonesia bertambah Rp 850 triliun, maka dalam lima tahun memerintah hutang kita akan bertambah Rp 4.250 triliun. Lantas kemana larinya APBN dan kekayaan Indonesia? Apakah ditelan bumi begitu saja?.[islamedia/mh]

Facebook Comments