Jelang 5 Tahun Revolusi 25 Januari, Direktur CIA Datang Langsung dan Disambut Presiden Rezim Kudeta Mesir

Direktur Central Intelligence Agency (CIA), John Brennan.

Islamedia – Presiden rezim kudeta Mesir, Abdel Fatah As-Sisi, Ahad kemarin menerima Direktur lembaga intelejen Amerika Serikat CIA John Brennan di Kairo. Media menyebutkan pertemuan itu untuk mendiskusikan persoalan dalam negeri Mesir dan kawasan Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu, Direktur CIA John Brennan mengucapkan selamat kepada As-Sisi karena telah berhasil menyelesaikan peta jalan politik 2013 dengan pelantikan parlemen baru pada pekan sebelumnya.

Tahun 2013 sendiri menandai digulingkannya presiden sah Mesir yang terpilih melalui pemilu, disusul dengan pembantaian besar-besaran terhadap rakyat Mesir yang secara damai menuntut demokrasi.

Sementara itu, pemilu legislatif Mesir pada paruh akhir tahun 2015 lalu, berlangsung dengan angka partisipasi pemilih yang rendah. Seperti dilansir International Business Times dan Forbes, pada putaran pertama pemilu (17-28 Oktober), angka partisipasi pemilih hanya mencapai 26,6%. Sedangkan pada putaran kedua (21 November – 2 Desember), angka partisipasi pemilih kian anjlok menjadi 22%.

Angka pemilih agak tinggi justru di provinsi-provinsi yang jauh dan terpinggirkan secara ekonomi. Profesor muda di Pusat Studi Timur Tengah Universitas Carnegie Amr Adly mengemukakan, bahwa di luar provinsi-provinsi besar seperti Kairo dan Alexandria, kegiatan “jual beli suara lebih gampang” dilakukan di daerah tertinggal yang kecil populasinya.

As-Sisi bertemu Direktur CIA John Brennan di Kairo, Mesir.
As-Sisi bertemu Direktur CIA John Brennan di Kairo, Mesir.

Hubungan Mesir-AS
Pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Intelejen Mesir Khaled Fawzy dan Dubes AS untuk Kairo Robert Stephen Beercot. Demikian dilaporkan Middle East Monitor pada Senin (18/01/2016).

Juru bicara As-Sisi Alaa Youssef mengatakan bahwa Brennan menyampaikan penghargaan atas hubungan strategis yang terjalin antara Mesir dan Amerika Serikat, seraya mengacu kepada peran penting Mesir bagi kawasan maupun dunia internasional dalam penyelesaian krisis di Timur Tengah.

As-Sisi membalas pujian CIA tersebut dengan menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi hubungan baik Mesir-AS dan akan terus memperkuat serta memperluas kerjasama kedua negara.

Secara khusus juga As-Sisi menerangkan bahwa negaranya terus melanjutkan usaha melawan militan di Sinai Utara, seraya menegaskan bahwa terorisme di area tersebut tak sampai melebihi 1 persen dari total wilayah Sinai Utara.

Seperti gayung bersambut, dalam pertemuan itu Brennan juga menegaskan ulang komitmen AS dalam mendukung Mesir memberantas apa yang mereka sebut sebagai terorisme.

Meskipun sempat terhenti, Amerika Serikat dalam manuver terbarunya kembali mengucurkan bantuan bagi Mesir. Para analis menilai hal itu menandakan hubungan Mesir dan AS kian baik. (ismed/memo/ibtimes/forbes/egystreets)

Facebook Comments