Jangan Tidur Setelah Sholat Subuh

Islamedia  Di antara waktu yang penuh keberkahan adalah pagi hari, menjelang Subuh dan setelah sholat Subuh. Udara yang sejuk dan segar, pikiran bening, hati yang teduh, membuat suasana jiwa yang nyaman untuk melakukan aktivitas kebaikan. 

Sayang, jika waktu emas tersebut dihabiskan untuk tidur. Apalagi di bulan Ramadhan ini, banyak kita jumpai kaum muslimin yang kembali tidur usai makan sahur, bahkan sholat Subuh pun kesiangan.

Memang tidak ada larangan secara tegas tentang tidur setelah Subuh, akan tetapi kita juga tidak menemukan contoh Nabi Saw dan para sahabat tidur setelah Subuh. 

Berikut kita lihat berbagai contoh kegiatan di zaman Nabi Saw dan para sahabat dalam memanfaatkan waktu setelah shalat Subuh.

1. Nabi Saw terbiasa di masjid hingga matahari terbit.

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah Saw?” 

Jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah Saw tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan sholat subuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui lalu mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi Saw hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

2. Nabi Saw mendoakan umatnya agar mendapatkan keberkahan di waktu Subuh.

Nabi Saw berdoa kepada Allah agar Allah melimpahkan keberkahan untuk umatnya di waktu pagi. Dari Shakhr al Ghamidi, Rasulullah Saw berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi”.

3. Nabi Saw terbiasa mengirim pasukan di waktu Subuh.

Shakhr al Ghamidi berkata, “Kebiasaan Nabi Saw jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”.

4. Pedagang sukses karena terbiasa mengirim barang dagangan di waktu Subuh.

Shakhr al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Beliau berhasil menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak dari perdagangannya. Kisah ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, serta dikuatkan oleh Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan lain-lain.

5. Para sahabat melarang tidur setelah Subuh

Dari ‘Urwah bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”.

Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih).

Dari berbagai contoh di atas, kesimpulannya adalah lebih utama menggunakan waktu setelah sholat Subuh untuk melakukan aktivitas kebaikan. Mengaji Al Qur’an, membaca doa dan wirid, membaca buku, olah raga, membersihkan rumah dan halaman, mengurus ternak, mengurus sawah ladang, membersihkan motor atau mobil, memulai aktivitas perdagangan, dan lain sebagainya.

Apalagi para aktivis, waktu pagi hendaknya dimanfaatkan untuk berbagai kebaikan, bukan habis untuk bermalasan di tempat tidur.

Cahyadi Takariawan

Facebook Comments