Jangan Lupakan Presiden Mursi

Islamedia – Syeikh DR. Muhammad Shaghir mengisahkan. Ia bersama para masyayikh dan alim ulama diundang ke istana oleh Presiden Mursi. “Saya julurkan tangan untuk bersalaman. Namun Bapak Presiden malah memeluk saya dan semua masyayikh yang datang. Paspampres pun tak bisa berbuat banyak. Mereka takjub dan heran melihat tingkah polah Bapak Presiden.”

Lalu, kami dipersilahkan ke ruang jamuan makan. Anehnya beliau tidak ikut serta. Kami pun bertanya, ‘Mengapa Bapak Presiden tidak ikut menikmati hidangan istana?’ Pengawalnya bilang, ‘Sejak jadi Presiden, Bapak Mursi tidak pernah mencicipi hidangan istana. Jika beliau lapar. Beliau lebih memilih makanan yang disiapkan ibu negara. Isinya; keju, timun, roti, buah zaitun, dan air.’

Kolumnis kenamaan Israel menyebut Mursi sebagai Mandella dunia Arab. Namun kepentingan Israel jauh lebih dikedepankan AS-Inggris-PBB daripada demokrasi. Dunia tidak siap mendengar suara Mursi. Hingga saat hadir di persidangan pun, Mursi dikurung dalam ruangan kaca yang kedap suara. Nampak dunia ketakutan.

Presiden Mursi pun, satu-satunya presiden yang tidak menerima gaji bahkan fasilitas negara. Rumah tempat beliau tinggal adalah rumah sewa, yang ia bayar dari kantong sendiri. Keluarganya tak satupun yang tinggal di istana. Mursi telah menyulap istana-istana Mesir, ruangan entertain menjadi mushalla. Kini di era As-Sisi dikembalikan menjadi tempat joget dansa.

Ya begitulah. Presiden Mursi masih mendekap di penjara militer yang dijaga ketat. Pihak pengacara dan keluarga tidak diperkenankan menjenguk. Mursi diisolasi. Kini sudah 6 hari raya ia tidak melihat dunia luar. Mursi benar-benar dizhalimi dengan tuduhan yang sama sekali tidak benar.

Dunia diam. Hanya Presiden Erdogan yang masih bersuara lantang. Kini bersama Emir Qatar dan Raja Salman, Erdogan tengah mempersiapkan perbaikan hubungan dengan Mesir. Syaratnya; As-Sisi harus memperlunak tekanan kepada Ikhwanul Muslimin dan membebaskan Presiden Mursi dari hukuman gantung. Hal minimal yang bisa dicapai saat ini. Sebagaimana hal minimal yang mampu dicapai Erdogan, saat menekan Israel.

Ditulis Oleh Nandang Burhanudin

Facebook Comments