ITJ Bekasi: Masihkah LGBT Dianggap Normal ?

Maraknya kampanye LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) yang dilakukan di media social dan media massa banyak menyita perhatian publik. Bahkan membuat seolah-olah perilaku LGBT ini dianggap normal. Salah satu metode dalam ‘menghalalkan’ praktik LGBT adalah dengan membuat model penafsiran baru terhadap Al Qur’an.

Hal ini membuat Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Chapter Bekasi menggelar kajian bahaya LGBT, guna menangkal kampanye yang meresahkan ummat Islam. ITJ mencoba memahamkan kepada masyarakat bahwa perilaku LGBT ini sama seperti kaumnya Nabi Luth yang bertolak belakang dengan ajaran agama Islam.

“Karena itulah ITJ mencoba membendung paham yang dianggap wajar ini dengan menggelar kajian Normalphobia,” ujar ketua pelaksana Harry Akhbar Dimas.

Harry menyebut tema Normalphobia diangkat untuk menyadarkan masyarakat bahwa LGBT bukanlah perilaku yang normal. LGBT, lanjut Harry, sejatinya adalah perilaku yang jauh dari fitrah dan penyakit ini bisa disembuhkan.

Normalphobia rencana digelar pada ahad 1/5 pukul 8.00 di Masjid Al-Muhajirin, Jl Raya Komodo, Kayuringin, Bekasi. Dalam kajian tersebut turut hadir ebagai pembicara yakni penulis “Islam Liberal 101” Akmal Sjafril dan anggota DPD DKI Jakarta FahiraIdris.

ITJ Bekasi berharap dengan digelarnya kajian bertema Normalphobia, masyarakat menjadi paham akan perilaku menyimpang LGBT yang jauh dari fitrah manusia. “Semoga masyarakat bisa paham dan dapat melindungi generasi kita, dimulai dari keluarga, dari bahaya kampanye LGBT,” ujar Harry.

Facebook Comments