Ismail Haniya : Tak Ada Perundingan dengan Israel, Kecuali dengan Batu dan Granat !

Berikan sambutan dalam konferensi Yayasan Al-Quds Internasional bertemakan “Realita Budaya dan Sosial di Al-Quds dan Jalan Kebangkitan” hari ini Kamis (17/12), Wakil Ketua biro politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, tidak ada perundingan dengan Israel kecuali dengan batu dan granat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan ada empat track yang dibutuhkan Intifadhah saat ini terutama; memperdalam spiritnya, meluaskan areanya, meraih semua daya tekan, dan bergerakan ke segala arah berdasarkan kaidah perlawanan dan menjaga Intifadhah.

Perjalanan Intifadhah saat ini telah melewati tiga tantangan penting; sabotase politik, represif Israel, rayuan dan fasilitas yang melenakan. Sebab Intifadhah sendiri meletus untuk mewujudkan tujuan nasionalisme dengan kebebasan, kembalinya warga Palestina ke kampung halaman dan kemerdekaan, demikian info palestina.

Selain itu, Haniyah mengajak terbuka dengan bangsa Arab dan Islam untuk bergerak bersama dan memprioritaskan Al-Quds dan Palestina.

“Kami sadar ada chaos dan guncangan besar di kawasan regional. Kita harus bergerak bersama, bagi kami prioritas kami adalah Al-Quds dan Palestina, bagaimana kami menjaga Intifadhah dan menghimpun dukungan agar terus berlanjut.”

Intifadhah hingga saat ini disebutkannya telah berhasil menggagalkan upaya Israel membagi Al-Aqsha.

“Kami bisa katakan, Intifadhah selama dua bulan mampu menjatuhkan rencana Israel membagi Al-Aqsha. Kini rakyat Palestina berada dalam fase baru dan menjanjikan dan hanya berakhir bila tanah air Palestina dan Al-Quds merdeka.” [infopalestina/islamedia]

Facebook Comments