Inilah Statement Lengkap Aa Gym Mengenai Pidato Ahok Terkait Al-Maidah 51

Inilah Video Statement Lengkap Aa Gym Mengenai Pidato Ahok Terkait Al-Maidah 51

IslamediaKH Abdullah Gymnastyar atau yang dikenal dengan panggilan Aa Gym akhirnya mengeluarkan statement secara terbuka untuk menanggapi pernyataan Ahok yang menganggap Al-Qur’an membodohi Umat Islam.

Berikut ini Statement Lengkap Aagym Mengenai Pidato Ahok Terkait Al-Maidah 51  yang diunggah di Page Facebook pribadinya, jum’at (7/10/2016).

Assalaamu ‘alaikum warohmatullahi wabarookaatuhu

Alhamdulillahirobbil Aalamiin, Alhamdulillahilladzii, Kholaqol Mauta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala wahuwal azizul ghoofur.

Allahumma Sholli Alaa sayyidina muhammad, wa alaa aalihi wa ashhaabihi ajma’in. Maa Kholakta haadzaa baatiila.

Tiadalah Allah menciptakan sesuatu sia-sia.

Hadirin hadirat para pendengar dan siapapun yang menyimak acara ini, kemarin terjadi kehebohan dengan viral tersebarnya cuplikan pidato saudara Ahok di Kepulauan Seribu. Saya mendengarnya dan menyimaknya beberapa kali. Sehingga banyak umat Islam yang terluka.

Berikut ini adalah statement:

1. Bahwa saudara Ahok sebagai etnis Tionghoa itu adalah bukan pilihanya, ini adalah takdir yang menciptakanya, sehingga bukan wilayah kita untuk mengomentari etnis.
2. Bahwa saudara Ahok beragama non Islam, itu adalah pilihanya dan setiap orang berhak memilih apa yang akan dipertanggung jawabkannya dunia akhirat. Bagi kita umat Islam tidak ada masalah, lakum dinukum waliyadiin.

Adapun saudara Ahok memberikan statement, pernyataan terhadap Al-Qur’an dengan perkataan yang tidak pada tempatnya, dengan cara yang tidak pada tempatnya, ini adalah perbuatan yang melampaui batas, ini adalah perbuatan tercela, ini adalah perbuatan yang akan menimbulkan konsekwensi dari perkataanya.

Oleh karena itu sangat bisa dimaklumi, jikalau umat Islam merasa tersinggung, terluka oleh pernyataan yang melampaui batas ini apalagi seorang yang diberikan cobaan jadi pimpinan di Jakarta.

Kepada umat Islam, bahwa takdir adanya kejadian ini adalah ladang untuk beramal dan pencerah pemikiran serta sikap kita. Ini alat ukur apakah hati kita tersinggung atau tidak, kalau kita merasa biasa-biasa saja Al-Qur’an diremehkan, maka itu menunjukan kadar keimanan kita yang masih sangat rendah. Andaikata kita tersengat merasa terluka maka ini kita syukuri, bahwa kita masih peduli dan menghormati kalam Allah.

Namun pada saat yang sama, kitapun harus menyikapi orang yang melampaui batas ini dengan sikap yang ada dalam koridor akhlakul karimah. Islam tidak mengenal kedholiman terhadap siapapun, kita sikapi perbukatan Ahok ini dengan sikap yang tidak melampaui batas, bahkan menunjukan bagaimana Islam menyikapi dengan sikap terhormat akhlakul karimah.

Sebaiknya kita ingatkan saudara Ahok, bahwa perbuatan ini perbuatan yang sangat salah, dianjurkan untuk memohon maaf secara terbuka kepada umat Islam, diakui dengan jujur dan tidak boleh mengulanginya lagi.

Dan andaipun sudah meminta maaf terbuka, umat Islam adalah pemaaf. Namun jikalau merasa tidak bersalah dan tetap melakukan perbuatan seperti ini, maka mari kita selesaikan dalam koridor hukum. Kita tuntut keadilan lewat koridor yang benar-benar diharapkan bisa menuntaskan ini dengan sikap yang adil.

Banyak hikmah kejadian ini, nyata bahwa pemimpin yang berbeda akidah tidak akan pernah bisa memahami apa yang kita muliakan dan kita hormati. Sulit bagi pemimpin yang berbeda akidah akan memuliakan Allah, karena tidak mengimaninya. Tidak akan bisa menghormati Al-Qur’an, karena tidak mengimaninya. Tidak akan bisa menghormati dan memuliakan Rasulullah sebagaimana mestinya, karena tidak mengimaninya.

Nyatalah bahwa Al-Qur’an, 7 ayat memerintahkan kita untuk tidak memilih orang yang berbeda akidah, karena memang tidak akan pernah bisa memuliakan Allah, memuliakan kalam Allah, memuliakan Rasulullah sebagaimana mestinya.

Semoga adanya kejadian ini benar-benar membuat kita semua memahami apa yang semestinya kita lakukan. Mudah-mudahan semua pihak mendapatkan pelajaran dan mengambil hikmah. Sekian.

Wassalaamu ‘alaikum warohmatullahi wabarookaatuhu

Facebook Comments