Inilah Penjelasan Ilmiah DR Warsito tentang Suara TEROMPET dari Langit

Islamedia – Suara keras mirip terompet dari langit sempat bikin ketakutan banyak warga di sejumlah negara seperti Jerman, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada masih misteri. Suara gemuruh keras dari angkasa tersebut diyakini seperti campuran suara terompet, logam berdecit, dan mesin pesawat.

Fenomena aneh itu nyatanya sudah pernah terjadi selama beberapa tahun belakang yaitu sejak 2008 di negara bagian California dan Texas hingga Negeri Kanguru. Situs StrangeSounds.org bahkan mengumpulkan sekitar 150 video rekaman suara aneh yang kerap terjadi tersebut.

Berikut ini penjelasan Ilmiah Doktor Warsito tentang Suara TEROMPET dari Langit Eropa dan Amerika

Kebetulan disertasi saya di Dept. of Applied Electronic Science and Technology, Shizuoka Univ. (1997) adalah tentang propagasi (rambatan) gelombang suara/ultrasonik dan interaksinya dengan medium, partikel dan gas.

Pertama, secara teoritis/prinsip gelombang suara HANYA timbul/muncul (dari kondisi yang tadinya tidak ada) karena adanya perubahan densitas/kerapatan medium (udara) yang terjadi secara cepat. Secara fisika gelombang suara didefinisikan sebagai rambatan tekanan dalam medium yang menyebabkan perubahan kerapatan medium. Sebagai contoh, pada saat kita menepuk meja dengan tangan, tekanan keras dan cepat dari tangan menyebabkan udara tepat pada saat tangan mengenai meja mengalami kompresi/desakan secara cepat menimbulkan suara hentakan. Hal yang sama terjadi pada mesin pesawat atau benda berputar/baling-baling. Panas juga bisa menimbulkan gelombang suara apabila menyebabkan perubahan suhu dan kerapatan medium secara cepat.

Kedua, gelombang suara berbeda dengan gelombang elektromagnetik (cahaya, microwave, radio); gelombang suara hanya bisa merambat apabila ada medium (udara, tanah, zat cair atau padat). Jadi TIDAK MUNGKIN ada gelombang suara yang merambat berasal dari angkasa luar/langit sampai pada atmosfir bumi, karena di luar atmosfir tak ada medium (ruang hampa) yang tak memungkinkan gelombang suara bisa merambat. Jadi kemungkinan suara berasal dari meteor di angkasa tak mungkin, dan kemungkinan suara berasal dari gelombang elektromagnetik seperti dilansir UnionTribune San Diego sangat kecil, karena gelombang elektromagnetik tak akan berubah menjadi gelombang suara kecuali melewati zat piezoelektrik, dan udara tak mempunyai sifat piezoelektrik.

Ketiga, gelombang suara mengalami pemantulan/pembelokan saat melewati medium dengan kerapatan berbeda. Gelombang suara dari dalam tanah ke udara atau dari dalam air ke udara lebih dari 99%-nya kembali ke tanah/air. Jadi kemungkinan suara berasal dari dalam perut bumi (karena aktifitas geologi) sangat kecil sekali.

KESIMPULANNYA, suara yang terdengar luas di langit Eropa hingga Amerika Utara adalah berasal dari atmosfir bumi sendiri, bukan dari angkasa luar, dan bukan dari perut bumi. Dan penyebabnya tidak lain karena adanya perubahan kerapatan lapisan udara pada atmosfer bumi sendiri. Yang memungkinkan jadi penyebabnya adalah perubahan suhu yang mendadak karena perubahan musim atau perubahan kerapatan lapisan udara karena proses rusaknya lapisan ozon yang cepat akibat reaksi kimia dengan zat pencemar udara.

Kalau penyebabnya adalah karena rusaknya lapisan ozon yang cepat, hal ini akan menjadi WARNING buat populasi di bumi.

Demikian, semoga membantu.

Dr Warsito Purwo Taruno
May 26, 2015Salman

[islamedia]

Facebook Comments