Inilah Kronologis Pembubaran Acara Syiah di Bangil Pasuruan

Inilah Kronologis Pembubaran Acara Syiah di Bangil Pasuruan

Islamedia – Sekretaris Aswaja Bangil Ustadz Munir Sokheh menjelaskan kronologis terjadinya penolakan acara Syiah yang berlangsung di Bangil Pasuruan Jawa Timur, sebagaimana dilansir nugarislurus.com, sabtu(2/4/2016).

1. Tanggal 26 Maret 2016 Aswaja Bangil menemukan selebaran undangan yg mengatasnamakan Pemudi Ahlul Bait Zainabiyah Bangil dalam acara Wiladah Sayyidah Fatimah Az-Zahra (As) yg bertempat di Gedung milik syiah, yaitu di Graha Diponegoro Jl. Dorang 381 Bendomungal Bangil dengan pembicara Muhammad bin Alwi BSA.

2. Tanggal 28 Maret 2016 Aswaja Bangil mengirim surat protes kepada Bapak Kapolres Pasuruan dengan perihal: Penolakan Kegiatan Syiah. Surat dengan tertanda Ketua Umum: KH Nurkholis Mustari dan Sekretaris: Munir Sokheh, dan sekaligus menghadap beliau (Kapolres) secara langsung dengan dihadiri oleh 4 orang pengurus Aswaja, yaitu: Habib Agil bin Agil, Ust. H Nur Fuadi, Munir Sokheh dan Basyir Hamid.

3. Tanggal 31 Maret 2016 pada pukul 11.00 – 13.00 wib
Pertemuan dan audiensi dengan Bapak Kapolres Pasuruan yang dihadiri oleh ketua MUI kab. Pasuruan dan ketua PC NU Pasuruan serta Aswaja Bangil dan beberapa ormas islam : Majelis Maulid wat Taklim Raudlotul Salaf, Front Pembela Islam (FPI) Pandaan, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis, Dewan Dakwah Islam, Lembaga Dakwah Masjid Arriyad dan lain-lain.

4. Tangggal 31 Maret 2016 sekitar pukul 22.00 wib Aswaja menerima kabar melalui Kasad Intel tentang hasil rapat Forpinda dan Muspida Kab. Pasuruan yang terdiri dari Bupati, Dandim, Kapolres dan lainnya yang memberitahukan bahwa kegiatan acara syiah di gedung Grahadi Diponogoro telah digagalkan dan dialihkan di tempat yg lain.

5. Hari Jum’at tgl 1 April 2016 Aswaja Bangil dan umat islam dari berbagai komponen ormas islam berkumpul melaksanakan unjuk rasa berdemo menolak syiah untuk melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar dan menuntut membubarkan kegiatan syiah yang telah dialihkan ke tempat lain di rumah seorang syiah yg bernama Abdurrahman Alidrus (Yik Mang) yg bertempat di Kalirejo Bangil. Dengan berbagai orasi keras menolak syiah dan iringan lantunan sholawat badar peserta demo terus berjalan dan merengsek dengan pengawalan ketat oleh ratusan aparat polisi dan brimob serta satuan pamong raja, lalu berhenti di depan YAPI Putri dengan uraian-uraian orasi. Dan demo berlanjut berjalan menuju Kalirejo dengan penanganan yg cukup ketat pula. Sempat terjadi kericuan antara pasukan aparat pagar betis dg peserta demo. Dengan nego-nego yg sangat alot antara aparat keamanan beserta pemerintah yg diwakili oleh ketua DPR kab. Pasuruan dan perwakilan Aswaja serta perwakilan pendemo yg lain. Alhamdulillah, acara syiah tersebut jadi kacau dan mencekam dan akhirnya mereka bubar dengan perasaan malu yang sangat dalam.

[islamedia/mh]

Facebook Comments