Indonesia dan Malaysia Kerjasama Bentuk Generasi Muda Imun Terhadap Terorisme

Dua negara jiran, Indonesia dan Malaysia, menghadapi bahaya sama, maraknya gejala kekerasan di kalangan generasi muda. Karena itu, perlu dilakukan pembinaan terpadu dan bersifat lintas negara.

Hal itu, disepakati dalam dialog antara delegasi Rumah Kepemimpinan Indonesia dengan Institut Wasatiyah Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (20/1).

“Kami membina mahasiswa dan kaum muda di tujuh kota Indonesia dengan prinsip ROMO (rendah hati, obyektif, moderat dan open mind).

Sehingga kaum muda tidak mencari jalan kekerasan, saat menghadapi masalah sosial, politik atau ekonomi,” ungkap Bachtiar Firdaus, Direktur Rumah Kepemimpinan yang memimpin delegasi berjumlah 12 orang.

Disamping berdialog dengan IWM, delegasi RK juga bertemu dengan Majelis Belia Malaysia, Angkatan Belia Islam Malaysia, dan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia.

Direktur IWM, Mohd. Yusof Din, merespon positif pengalaman kaum muda Indonesia. “Malaysia menghadapi masalah serupa, kaum muda yang tertarik melakukan kekerasan. Karena itu, kami menjadikan prinsip Wasatiyyah (pertengahan) sebagai dasar negara dan PM Moh. Najib Razak memiliki iltizam (komitmen) kuat menekan ekstremitas dan terorisme,” sambut Yusof.

Pengamat kontrateroisme, Sapto Waluyo, menyaksikan dialog antar kedua lembaga dan turut mendukung kesepakatan. “Perlu dibangun kerjasama kawasan dan antarbangsa karena gejala terorisme bersifat lintas negara. Sikap moderat dapat menjadi nilai bersama masyarakat ASEAN dalam menangkal terorisme,” simpul Sapto, alumni Rajaratnam School of International Studies, Singapura. [rilis/islamedia]

Facebook Comments