Ilham Habibie : Kemampuan Indonesia Membuat Pesawat Sudah Lengkap

Islamedia – Hari ini, Senin 17 Agustus 2015, tepat 70 Tahun Indonesia meraih kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi kemerdakaan ini yang diperjuangkan para pahlawan dengan mengorbankan jiwa dan raga.

Salah satu yang bisa dibanggakan dihari kemerdekaan ini adalah apa yang dilakukan Ilham Habibie, putra mantan Presiden RI ke 3, BJ Habibie ini, melalui PT Regio Aviasi Industri (RAI) akan memproduksi pesawat R-80.

R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 buatan ayah beliau, Bacharudin Jusuf Habibie, dan saat ini sudah dimulai pengerjaan sejak 2013 lalu.

Ilham Habibie, yang juga Komisaris PT RAI mengatakan, pembuatan desain awal pesawat R-80 akan selesai pada tahun ini.

Saat selesainya fase awal akhir tahun nanti, PT RAI akan menentukan komponen-komponen yang akan dipakai oleh pesawat R-80. Pria yang lahir di Aachen, Jerman, itu mengatakan, komponen-komponen pesawat berkapasitas 80 penumpang tersebut hingga kini belum ditentukan.

Ilham menuturkan, pemilihan pesawat baling-baling untuk transportasi udara di Indonesia memiliki keuntungan tersendiri. Menurut dia, meskipun pesawat lebih lambat daripada pesawat bermesin jet, pesawat baling-baling lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar.

Hal tersebut disesuaikan juga dengan kontur wilayah serta rute-rute di Indonesia yang cenderung pendek-pendek. Jadi, menurut dia, akan lebih efektif menggunakan pesawat berbaling-baling ketimbang pesawat bermesin jet. Demikian seperti dilansir viva.co.id, Senin (17/08/2015).

Perlu diketahui, pada tahun 1990-an Indonesia pernah berhasil mengembangkan industri Pesawat, lewat PT IPTN Indonesia memproduksi pesawat N250.

Namun pada tahun 1998 industri pesawat kebanggaan Indonesia ini dihentikan secara paksa karena keputusan politis yang diminta oleh International Monetary Fund (IMF).[islamedia/YL]

Facebook Comments