Hasil Penelitian Ilmiyah : LGBT Bukan Keturunan dan Dapat Disembuhkan

Hasil Penelitian Ilmiyah LGBT Bukan Keturunan dan Dapat Disembuhkan

Islamedia – Prilaku menyimpang LGBT ternyata dapat disembuhkan dan bukanlah keturunan yang diwariskan, hal ini sudah dibuktikan secara Ilmiah oleh Dosen tetap Fisip UHAMKA Jakarta, Novi Andayani Praptiningsih dalam disertasinya yang berjudul “Etnografi Komunikasi Komunitas Gay “Coming Out” .

Seorang gay bisa sembuh dan menjadi laki-laki hetero karena perilaku gay bukan turunan. Dengan berbagai terapi yang tepat penderita gay bisa kembali hidup normal. Salah satu terapinya yakni dengan pendekatan komunikasi. Terapi yang efektif dalam penelitian ini dilakukan dengan komunikasi persuasif dan pendekatan agama yang disebut sebagai Spiritual and Persuasive Communication Therapy dan Psikospiritual Therapy” ujar Novi sebagaimana dilansir dalam fikom.unpad.ac.id, senin (23/5/2016).

Menurut Novi aktivitas komunikasi kaum gay di sebuah komunitas di Jakarta menjadi salah satu cara untuk mengatasi gayphobia berupa stigma negatif seperti bullying, dan penilaian diskriminatif dari masyarakat. Gayphobia ini merupakan rasa takut masyarakat terhadap kaum gay, dan berbanding terbalik dengan heterophobia yang dilakukan oleh kaum gay berupa bullying yang dilakukan oleh kaum gay terhadap mantan gay serta kaum gay yang sedang berproses menuju ke hetero.

Perspektif beberapa anggota komunitas berubah dengan tidak lagi meyakini terhadap mitos gay-gene, yaitu bahwa gay bukan bawaan lahir. Mereka percaya no body is born gay, everyone can change” ungkap Novi.

Novi dinyatakan lulus dan meraih gelar doktor di Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Novi dipromotori oleh Prof.Dr. Engkus Kuswarno MS, Dr.Atwar Bajari, MSi dan Dr.Eni Maryani, MSi. Bertindak sebagai oponen ahli Prof.Deddy Mulyana MA,PhD, Prof.Dr.Kusdwiratri Setiono,Mpsi dan Dr.Agus Rahmat,MPd.[islamedia/nov]

Facebook Comments