‘Ghazwul Fikri Dimulai Sejak Iblis Bersumpah Sesatkan Manusia’

Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah Angkatan ke-4 baru saja menggelar pertemuan kedua bertajuk Ghazwul Fikri, Selasa (08/03). Bertempat di Aula INSISTS, kursus singkat ini dihadiri 30-an peserta. Acara dimulai pkl. 18.30 WIB dan dimoderatori langsung oleh Kepala Sekolah SPI Fatahillah, Asep Rizal Muldiansyah.

Akmal Sjafril, selaku pembicara, mengawali materinya dengan menjelaskan dua kata kunci dalam Ghazwul Fikri, yakni ghazwah (perang) dan fikrah (pemikiran).

Menurutnya, setiap kata harus dipahami dengan baik. “Karena ini perang, maka ghazwul fikri jelas sengaja dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Mana ada perang yang tak sengaja? Jadi jangan tanya lagi mengapa mereka ingin sekali menghancurkan Islam,” terang penulis buku Islam Liberal 101 ini. “Di sisi lain, karena arenanya adalah pemikiran, kita tidak bisa melawannya dengan kekerasan. Harus menggunakan kekuatan ilmu,” tambahnya.

Akmal juga memaparkan bahwa ghazwul fikri sebetulnya tidak dimulai oleh Paus Urbanus II pada Perang Salib dahulu, melainkan sudah dimulai sejak Iblis bersumpah untuk menyesatkan manusia. “Jadi nggak perlu panik, nggak perlu lari. Karena ghazwul fikri ini sudah ada sejak lama,” imbuhnya.

Menurut Ajeng Wismiranti, salah seorang pengurus SPI, materi ini penting untuk menyadarkan para peserta mengenai realita ghazwul fikri dan pentingnya memberikan reson terhadap serangan pemikiran. “Tujuannya agar peserta diberi kesadaran terlebih dahulu bahwa apa yang dihadapinya adalah perang pemikiran, yaitu perang yang memerlukan ilmu yang sangat memadai. Kita tidak akan menang jika kurang ilmu,” pesannya.

Senada dengan tujuan tersebut, Hamdi Ibrahim, salah satu peserta SPI memberikan testimoninya. “Sebenarnya materi yang diberikan sudah pernah saya dapatkan. Tapi, di perkuliahan ini saya begitu mendapat pencerahan. Dan saya menyadari bahwa saya sendiri masih lemah dalam cara menjawab atau membantah perkataan orang-orang Islam Liberal secara rasional dan tidak memakai emosi,” jelas mahasiswa yang kini menjabat sebagai Sekjen KAMMI Komisariat Madani tersebut. [islamedia/harysetiawan/abe]

Related Posts

Facebook Comments