Erdogan Bertandang, Ustadz Yusuf Ihwal “Jadi Presiden”, Kang Abik Mengaminkan

Islamedia – Dalam momen kedatangan Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia, Ustadz Yusuf Mansur menjadi salah seorang tokoh yang ikut mendampingi Presiden Turki itu dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal. Pertemuan langsung dengan Erdogan, ternyata menimbulkan kesan tersendiri bagi Ustadz penggiat sedekah dan tahfidz Quran tersebut. Pemimpin Darul Quran itu pun membagi pesan kesannya dalam senarai twit, pada Jumat (31/7/2015) lalu.

Menurut Yusuf Mansur, sedianya Presiden Erdogan akan “memberikan sedikit ceramah (di) depan jamaah Istiqlal yang sudah menanti sejak sebelum azan.” Tetapi akhirnya agenda tersebut tidak terlaksana. Di dalam rerangkai twitnya itulah, Ustadz yang kini sedang kuliah S2 Ekonomi Makro Syariah di Universitas Trisakti itu, mengungkapkan ihwal “menjadi presiden.”

Ga usah kecewa. Saat saya jadi Presiden, hehehe, semua Presiden muslim muslimah di dunia, kita undang-undangin. Suruh ceramah dan foto-foto di sini,” kata Yusuf Mansur yang pernah melewati fase hidup dengan mengajar mengaji dan berjualan es di terminal Kalideres itu.

Menanggapi twit Ustadz Yusuf itu, sastrawan dan sutradara muslim Habiburrahman El-Shirazy pun mengaminkannya.

“Aamiin Presiden Yusuf Mansur :D,” kata Kang Abik yang novel terbarunya, Api Tauhid, berkisah tentang ulama legendaris Turki, Badiuzzaman Said Nursi itu.

Lebih dari lima tahun silam, Ustadz Yusuf juga sempat mengemukakan soal pencalonan jadi presiden, meski bukan untuk Pilpres 2009. “Nggak lah, yang tua-tua masih pada mau, entar gua mau bareng yang muda-muda,” tegasnya sambil tertawa, ketika ditanya media soal pencalonannya waktu itu.

“Ya dengan kekuasaan yang kita punya, kita bisa bikin peraturan, tiap hari bisa syiar, kalau jadi Presiden kita bisa dorong Indonesia bisa lebih bertakwa,” lanjut Ustadz Yusuf, saat ditanya tujuannya menjadi Presiden.

Sosok Erdogan

Sebagai anggota ormas dan parpol Islam Turki, hingga menjadi walikota Istanbul, mendirikan partai Islam AK Parti dan kemudian menjadi Presiden Turki, Erdogan sendiri dikenal memiliki latar belakang kehidupan yang cukup berliku. Alumni Madrasa Imam Hatip tersebut memperoleh gelar kesarjanaannya di Aksaray School of Economics and Commercial Sciences dalam bidang Administrasi Bisnis.

Semasa remaja, Erdogan pernah berjualan es lemon dan roti wijen di tengah kerasnya jalanan kota Istanbul untuk memperoleh uang tambahan. Ia juga sempat menjadi pemain bola semi-profesional dan nyaris direkrut klub bola Turki Fenerbah├že jika tidak dicegah oleh ayahnya.

Di tengah-tengah kesibukan kuliah bisnis dan menjadi pemain bola, Erdogan juga sempat menuliskan karya sastra berupa naskah drama berjudul Maskomya. Selain menjadi penulisnya, Erdogan juga menjadi sutradara dan pemeran utama dalam pementasannya. Drama tersebut bercerita mengecam kaum Freemasonry, Komunis, dan Yahudi. (kapanlagi/beritasatu/wikipedia/ismed)

Facebook Comments