Dulu Barat Ter-Kristen-kan, Sekarang Kristen Ter-Barat-kan

Seperti sebelum-sebelumnya, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Moh. Natsir kembali hadir dalam pertemuan ke-7 di Ruang Seminar Besar Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat di Jalan Diponegoro No. 63, Bandung. “Sekularisme” adalah tema yang diangkat dalam kuliah ini dengan menghadirkan Akmal Sjafril, M.Pd.I. sebagai pematerinya.

Kuliah dimulai pukul 19.00 WIB dan langsung dibuka dengan diskusi mengenai korelasi tema “Sekularisme” dengan kuliah sebelumnya, yaitu “Konsep Diin”. “Kata ‘agama’ dalam Bahasa Indonesia tidak mampu menjelaskan secara komprehensif arti Diin yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kehendak Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dalam Bahasa Arab sangatlah tepat karena Bahasa Arab memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki bahasa lain,” ujar Akmal Sjafril.

Kuliah dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai sekularisme. Dimulai dengan sejarah barat dan kristen. “Kristen telah mati di Barat disebabkan oleh ketidaksanggupan mereka dalam mengatasi permasalahan-permasalahan umat, dan orang-orang Barat menganggap ini semua sebagai konsekuensi dari ajaran agama itu sendiri,” ucap Akmal yang akun Facebooknya sempat diblokir selama tiga hari karena postingan menolak LGBT.

“Setidaknya ada tiga alasan mengapa Kristen kalah dengan sekularisme. Pertama, problem sejarah Kristen yang sarat akan kekerasan dan pemuka-pemuka agama yang menyimpang. Kedua, problem teks Bibel yang berisikan ayat-ayat yang bertentangan dengan sejarah dan sains, serta tidak mengajarkan moralitas yang baik. Ketiga, problem teologis Kristen yang sulit dipahami dan merupakan hasil kesepakatan manusia, bukan berdasarkan wahyu tuhan,” jelas Akmal yang sebelum kuliah juga sempat menjadi pemateri dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Natsir vs Soekarno: The Clash of Worldviews”.

Pada akhir kuliah, Akmal juga menjelaskan kesimpulan mengapa Islam tidak butuh disekulerkan. “Islam tidak mengalami hal yang sama dengan Kristen baik dari segi sejarah, teks Al-Qur’an dan teologis. Oleh karena itu, men-sekuler-kan Islam berarti mendegradasi Islam sebagai Diin itu sendiri,” pungkasnya.

 

Afif Pajar

Facebook Comments