Dubes Ditolak, Israel Mencak-mencak

Permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat Palestina.

 Islamedia – Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely meradang dan melemparkan ancaman bahwa Israel akan membengkalaikan hubungan diplomatik negaranya dengan Brasil “di level sekunder,” jika Brasil tidak menerima penunjukkan Dani Dayan sebagai duta besar. Demikian dilaporkan BBC pada Senin (28/12) lalu.

Sementara itu, seperti diangkat kantor berita IINA pada hari yang sama, seorang pejabat senior kementerian luar negeri Brasil menyampaikan, dirinya tidak melihat adanya skenario bahwa Brasil akan menerima penunjukan seorang duta besar Israel yang adalah seorang pemukim Tepi Barat.

Penunjukan dan penugasan Dani Dayan sebagai Dubes Israel untuk Brasil pada empat bulan silam itu, tidak berlangsung mulus, karena pihak Brasil menolak mantan kepala pergerakan permukiman Yahudi tersebut.

Dayan adalah bekas Kepala Dewan Yesha, sebuah organisasi payung yang mewakili para pemukim Yahudi di kawasan penjajahan Israel atas Palestina. Dayan memimpin dewan itu dari tahun 2007 – 20013. Menurut hukum internasional, permukiman-permukiman di Tepi Barat itu adalah tidak sah alias ilegal.

Sementara itu, Brasil sendiri selama beberapa tahun terakhir terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung status Palestina sebagai negara merdeka.

Menanggapi persoalan apakah Brasil bakal menerima penunjukan Dayan itu, seorang pejabat senior Kemenlu menyatakan: “saya tidak melihat itu akan terjadi.”

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu mengatakan, bahwa Israel diharuskan menunjuk calon dubes yang baru. Hal itu dikarenakan penunjukan Dayan telah memperburuk hubungan kedua negara. Salah satu langkah diplomatik Brasil yang bikin Israel meradang adalah ketika Brasil mengakui status negara Palestina pada tahun 2010.

Pada serangan Israel ke Gaza pertengahan 2014 lalu, Brasil juga menjadi negara yang vokal mengutuk invasi Israel penjajah itu. Tak hanya mengutuk, Brasil pun memanggil pulang duta besarnya di Tel Aviv.

Langkah politik luar negeri Brasil itu rupanya tak bisa diterima oleh Israel. Seperti dilaporkan Washington Post pada (25/07/2014) silam, pihak kementerian luar negeri Israel melalui juru bicaranya menyebut Brasil dengan hinaan “cebol diplomatik”. Tak cukup hanya itu, pemerintah Israel juga membully Brasil dengan komentarnya atas buruknya prestasi sepakbola Brasil di piala dunia kala itu (tahun 2014).

Wamenlu Israel Tzipi Hotovely sendiri mengatakan, bahwa Dayan akan tetap dijadikan satu-satunya calon dubes, seraya menambahkan bahwa Israel akan terus menekan pihak Brasil agar mau tunduk menerima penunjukkan Dayan sebagai dubes. (ismed/iina/bbc)

Facebook Comments