Dicacimaki “Pergi saja ke Afghanistan!”, Muslimah Amerika Ini Pun Melakukan Aksi Balasan

Islamedia – Namanya Fiona Ahmed. Ketika ia sedang berjalan-jalan bareng suaminya di pinggiran kota Boston, tiba-tiba ada orang tak dikenal meneriaki mereka, “Pergi kembali saja ke Afghanistan!” Lelaki asing itu tidak sadar bahwa Fiona ialah perempuan Irlandia yang menikah dengan seorang warga asli New York. Perkataan islamofobik itu meluncur hanya karena Fiona dikenali melalui hijabnya.

Pada Sabtu (12/12) lalu, Fiona pun melakukan “aksi balasan”. Ia menjadi panitia penyelenggara acara simposium keislaman di kotanya. Demikian seperti dilansir IINA mengutip The Boston Globe.

“Anda hanya bisa melawan prasangka dengan cara penyadaran dan juga memanjatkan doa,” kata Fiona, muslimah yang tinggal di Brookline. “Islam mengajarkan agar Anda tidak berkata-kata kasar. Tugasku adalah untuk terus maju dan mengajak masyarakat untuk membangun pemahaman.”

Dalam acara yang diadakan di perpustakaan umum Holbrook itu, para pembicara menyerukan kepada publik agar tidak menilai keseluruhan muslim berdasarkan kejadian teror terkini di Paris dan San Bernardino California yang terhubung kepada ISIS.

“Kekejian-kekejian (teror) tersebut tidak merepresentasikan Islam,” ujar Dr. Kashif Chaudry, seorang kardiolog di rumah sakit Lahey dan pusat layanan medis di Burlington. “Nilai-nilai yang dianut para teroris itu tidaklah mewakili nilai-nilai yang kita pegang,” lanjutnya.

Di San Bernardino, 14 orang terbunuh dan 21 orang luka-luka, diduga dilakukan oleh sepasang suami istri yang bersumpah menjadi bagian dari ISIS. Penembakan pada 2 Desember itu, terjadi hanya beberapa pekan setelah lebih dari 100 orang menjadi korban serangan teroris di Paris.

Insiden penembakan tersebut telah membakar sentimen anti-muslim. Paling terlihat ketika bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump mengeluarkan seruan untuk memblokir seluruh orang Islam masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Pernyataan Trump tersebut dikecam banyak kalangan di Amerika Serikat sendiri. Selain ditentang oleh mantan Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, Mark Zuckerberg selaku pendiri Facebook pun angkat suara. Terbaru, Bos Google Sundar Pichai juga menyuarakan sikap serupa. (ismed/iina)

Facebook Comments