Demi Kedaulatan dan Martabat Bangsa, Indonesia Seharusnya Panggil Dubes Cina

Kapal Penjaga China masuki perairan natuna, wilayah Indonesia (sindonews)

Islamedia – Parlemen Indonesia melalui Wakil Ketuanya, Fahri Hamzah mengkritisi sikap pemerintah yang dianggap biasa-biasa saja dalam merespons pelanggaran penjaga laut Cina yang tanpa izin memasuki wilayah perairan laut Indonesia di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya lihat pemerintah ini merasa biasa-biasa saja, ada kapal bersenjata memasuki wilayah perairan laut Indonesia di Natuna. Mestinya, pemerintah sudah panggil Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Indonesia,” ujar Fahri, seperti dilansir JPPN, Ahad (27/3/2016).

Pemanggilan Dubes oleh pemerintah Indonesia merupakan hal biasa dalam dunia diplomasi.

“Pemanggilan Dubes itu saluran diplomasi yang lazim dipakai. Ini malah saya lihat Indonesia makin menunjukkan ketergantungannya kepada Tiongkok,” tegasnya.

Karena itu, ia juga menyesalkan masih ada representasi pemerintah yang secara resmi datang ke Tiongkok setelah terjadinya insiden di Natuna itu.

“Mestinya, biarkan dia minta maaf dulu. Jangan kita main pergi saja mentang-mentang kita perlu Tiongkok,” ungkapnya.

Menurut legislator dari Lombok, Nusa Tenggara Barat ini, kehormatan dan kedaulatan bangsa lebih utama.

“Sebagai bangsa, kita punya harga diri dengan negara lain. Jadi selesaikan dulu, ada permintaan maaf dulu dan biar ada undangan resmi diamkan saja. Ini malah memenuhi undangan tersebut dan terkesan tak ada masalah,” pungkasnya.[islamedia/jppn/YL]

Facebook Comments