Demi Bikin Perumahan, Mall dan Hotel; Zionis Yahudi Setujui Penghancuran Kompleks Makam Para Ulama, Ribuan Tentara Salahudin, dan Sahabat Nabi

7ad8ebce-199d-49fd-8440-39da162b502ePemerintahan Zionis Penjajah telah menyetujui rencana pembangunan kompleks permukiman di atas  kawasan permakaman Muslim Mamilla di Yerusalem Barat, demikian kantor berita Anadolu Agency melaporkan mengutip media lokal Israel.

“Komite untuk Perencanaan dan Pembangunan Distrik Yerusalem pekan lalu telah menyetujui pembangunan 192 unit permukiman, sebuah hotel berkapasitas 480 kamar, dan sebuah mall pusat perbelanjaan di atas kompleks permakaman Muslim bersejarah di Yerusalem Barat,” tulis media Israel Haaretz pada Senin (12/7/2015) lalu.

Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Pusaka, sebuah LSM Palestina, mengecam keras proyek tersebut.

“Selama bertahun-tahun, Israel terus-menerus melakukan Yahudisasi permakaman Mamilla yang bersejarah di Yerusalem,” kata LSM tersebut dalam pernyataannya.

“Permakaman tersebut akan tetap menjadi bagian dari warisan (budaya) Islam kami, walaupun Israel terus berusaha mendistorsi sejarah Arab dan Islam Yerusalem,” tambah pihak Yayasan.

Situs Bersejarah

Permakaman Mamilla ialah kompleks pekuburan kuno bersejarah milik umat Islam di Palestina yang keberadaannya dimulai sejak abad ke-7 masehi.

Di kompleks permakaman Mamilla terdapat kuburan para amir, ulama, sufi, dan puluhan ribu tentara pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi. Di sana juga disebutkan menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah sahabat Nabi. Sejumlah kuburan orang Kristen juga terletak di sana ketika mereka sempat menguasai Palestina pada beberapa tahun era Perang Salib.

Sejak tahun 1927, Majelis Tinggi Muslim Palestina sudah menetapkan kompleks permakaman itu sebagai situs bersejarah yang dilindungi. Permakaman tersebut masih aktif digunakan hingga tahun 1948 ketika Zionis Israel menduduki Yerusalem bagian barat. Di bawah kontrol pemerintahan Zionis Yahudi, kompleks permakaman itu dan properti wakaf milik umat Islam lainnya, dirampas dan diambil alih pengelolaannya oleh Zionis Yahudi. Sejak saat itu, otoritas muslim tidak diizinkan untuk menjaga dan memelihara kompleks permakaman tersebut.

Pada tahun 2010, muncul rencana pembangunan Museum Toleransi dari Simon Wiesenthal Center yang membutuhkah penghancuran situs bersejarah itu. Kendati sudah ditentang sejumlah pihak, museum tersebut terus dibangun dan mendapat izin penuh untuk dibangun pada tahun 2011.

Sejak 2010 pula muncul penggalangan dukungan untuk menentang rencana Zionis Yahudi dalam melenyapkan situs bersejarah itu, seperti dapat diakses di mamillacampaign.org dan Campaign to Protect Mamilla Cemetery in Jerusalem di laman ccrjustice.org.

Disebutkan bahwa usaha Zionis Yahudi itu terus berlanjut karena hanya menimbulkan protes kecil sehingga tidak digubris.  (iina/aa/mamillacampaign/ccrjustice)

Facebook Comments