Dana Ketahanan Energi Belum Jelas, Sudirman : Penurunan Harga BBM Lebih Baik Diundur

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar yang semula akan diberlakukan 5 Januari 2016 terancam mundur.

Ini dikarenakan skema dan mekanisme dana ketahanan energi yang hingga kini masih belum jelas, sehingga pengunduran waktu penurunan harga BBM bisa diberlakukan jika dianggap lebih baik menunggu untuk menyelaraskan seluruh aturan terkait dana ketahanan energi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

“5 Januari bisa kita undur (penurunan harga BBM). Kan harga minyak itu katanya enggak boleh diserahkan ke pasar semata-mata. Kalau dianggap lebih baik diundur untuk menyelaraskan semua, ya bisa saja. Tapi kalau aturannya sudah siap ya nanti kita jalankan,” ujar Sudiran, Selasa (29/12/2015).

Diberitakan Sindo, saat ini, pihaknya tengah menggodok aturan baru sebagai pelengkap Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014 untuk memungut dana ketahanan energi.

Sementara itu, terkait dana ketahanan energi, pemerintah akan membahas hal tersebut pada level Kementerian Koordinator bidang Perekonomian besok. Pada dasarnya, ide pemungutan dana ketahanan energi bisa berasal dari beberapa sumber selain dari penjualan harga BBM, bahkan bisa dari penghilangan subsidi solar.

“Sebetulnya sumbernya macam macam bisa dari APBN. Kalau ide ini disepakati Komisi VII, kemudian dibawa ke Banggar selesai juga itu bisa dialokasikan secara khusus,” terang Sudirman.

“‎Sumber bisa macam-macam. Ini adalah suatu proses menggelindingkan konsep yang sudah lama dibicarakan, tapi belum terlaksana. Jadi saya kira besok kita sudah siapkan presentasi proposal dan sebagainya. Setelah dibahas dengan Menko, Menkeu, Bappenas, kita akan coba jelaskan ke masyarakat,‎” katanya. [sindonews/islamedia]

Facebook Comments