Bukan Hoax, GIDI Akui Surat Larangan Sholat Ied Memang Ada

Islamedia – Pihak Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara membenarkan bahwa Surat Edaran larangan Sholat Idul Fitri memang ada. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Wilayah GIDI Tolikara Papua Marthen Jingga. Marthen mengaku surat itu dibuat dan dikonsep olehnya bersama Ketua GIDI Wilayah Tolikara, Nayus Wenda. (baca juga : Inilah Surat dari GIDI yang Melarang Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Tolikara Papua).

Sebagaimana dilansir  tempo.co pada selasa 21 Juli 2015, Marthen menjelaskan bahwa surat tersebut memang berisi larangan beribadah dengan ditujukan kepada seluruh umat Islam se-Kabupaten Tolikara dengan tembusan Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, Kepala Kepolisian Resor Tolikara Suroso, Ketua DPRD Tolikara, dan Komandan Komando Rayon Militer Tolikara.

Senada dengan Marthen, Ketua GIDI Tolikara Nayus Wenda juga membenarkan bahwa surat tersebut memang ada. Nayus mengaku tidak menyangka dampak dari peredaran surat itu berujung pada penyerangan kepada umat muslim yang akhirnya memantik kerusuhan di wilayah berpenduduk 140 ribu jiwa itu.

Nayus juga menjelaskan bahwa, surat edaran tersebut merupakan langkah antisipasi dari pihak gereja agar umat muslim di Kabupaten Tolikara mengetahui adanya kegiatan kerohanian GIDI yang bersifat internasional dengan mengundang 2.500 peserta, termasuk perwakilan dari lima negara, yakni Belanda, Amerika Serikat, Papua Nugini, Palau (kepulauan kecil di Lautan Pasifik), dan Israel.

Sebelumnya beberapa netizen meragukan keaslian surat edaran yang dikeluarkan GIDI tersebut, bahkan ada netizen yang menuduh bahwa surat tersebut adalah hoax. [islamedia/tempo]

Facebook Comments