Berkedok HAM, Kelompok LGBT Sebar Virus kedalam Kampus

Ilustrasi (okezone)

Islamedia – Pembantu Rektor III di Universitas Sumatera Utara (USU), Raja Bongsu Hutagalung menyatakan acara Seminar Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) pernah dibubarkan paksa oleh mahasiswanya pada 2014 lalu.

Bongsu menjelaskan, kala itu, seminar LGBT digelar dengan berkedok Hak Asasi Manusia. Sehingga, tidak sedikit mahasiswa terkecoh ikut seminar itu.

Namun saat pemberian materi, terlihat lebih menonjolkan tentang hak individu untuk berhubungan sesama jenis.
“Usai dibubarkan paksa oleh mahasiswa, panitia seminar membuat penjanjian untuk tidak buat acara serupa. Kegiatan itu, yang gelar orang luar, ada EO-nya,” ungkapnya seperti dikutip dari tribun-medan.com, Kamis (11/02/2016).

Ia menyatakan, sangat geram apabila LGBT gunakan simbol USU. Pasalnya, USU tidak pernah melegalkan kegiatan ataupun keberadaan LGBT. Baginya, LGBT melenceng dari ajaran agama serta nilai masyarakat.

“Hari ini, saya akan panggil seluruh organisasi internal kampus untuk membicarakan tentang LGBT. Karena mahasiswa lebih tahu secara mendetail tentang keberadaan organisasi ini. Kami akan cari anggotanya di USU untuk diluruskan pemikirannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga sudah meminta seluruh organisasi internal kampus untuk memberikan laporan tentang keberadaan komunitas ini. Apalagi, menteri sudah melarang keberadaan LGBT.

“Kami akan mencari tahu di mana lokasi berkumpulnya, berapa jumlah anggotanya. Tapi, seluruh mencari tahu tentang organisasi ini akan dibicarakan bersama pemerintahan mahasiswa dan organisasi internal kampus lainnya,” ungkapnya.[islamedia/trb-medan/YL]

Facebook Comments