Bantah Latihan Militer di Gunung Sumbing, Humas JAS : Ini Diklat Tanggap Bencana

Humas JAS Jateng Endro Sudarsono saat melakukan klarifikasi dengan Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto (cnnindonesia)

Islamedia – Humas Jamaah Ansyarus Syariah (JAS), Endro Sudarsono membantah adanya pelatihan militer yang diikuti anggotanya di kaki Gunung Sumbing.

Menurutnya puluhan orang anggota JAS yang diamankan Polres Temanggung sedang mengikuti pelatihan tanggap bencana.

“Mereka mengikuti pelatihan tanggap bencana mulai Jumat sampai Minggu. Dari Solo kami berangkat tidak membawa apa-apa. Polisi menemukan senjata tajam dan senapan angin itu di kaki Gunung Sumbing, sedangkan kami berada di atas,” ujar Endro kepada media, Sabtu (20/2/2016) sore.

Lebih lanjut Endro menjelaskan, diklat tanggap bencana dilakukan untuk membekali anggota JAS dalam mengantisipasi berbagai bencana alam di Jateng. Dalam diklat tersebut, anggota JAS dibekali berbagai keterampilan mulai dari P3K, survival hingga baris berbaris.

“Pesertanya memang dari berbagai daerah di Jateng. Dari Solo, Semarang, Sukoharjo, Kendal, Karanganyar dan Klaten,” katanya.

Untuk menghormati kepolisian pihaknya membatalkan rencana diklat. Panitia menarik peserta diklat dari kawasan puncak Gunung Sumbing dan memberi klarifikasi kepada Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto.

“Ini kita masih menunggu 1×24 jam, kalau diperbolehkan pulang, kami semua akan pulang. Kalau tidak kami akan minta bantuan TPM (Tim Pengacara Muslim) pak Anis (Anis Prijo Ansharie),” ucapnya.

JAS menyayangkan langkah Polres Temanggung yang juga mengamankan Miftah (15) saat pengeledahan rumah yang kemudian ditemukan senapan angin, senjata tajam, dan buku jihad.

“Miftah masih dibawah umur, dia keponakan dari Parlan, salah satu panitia Diklat,” ucapnya.

Seperti diberitakan beberapa media, ada sekitar 50 orang anggota JAS yang dianggap melakukan aktivitas semimiliter di kawasan Gunung Sumbing. Mereka terdiri atas 30 warga Solo dan 20 warga Gandurejo, Bulu, Temanggung.

Rombongan Jamaah Ansyarus Syariah (JAS) ini naik ke lereng Gunung Sumbing dan melakukan pelatihan di Tegal Sikandang Wonotirto yang merupakan area milik Perhutani. Para peserta pelatihan dikabarkan juga mengenakan sepatu PDL, celana hitam PDL, kaos berlambang JAS, ransel punggung, dan alas tidur.[islamedia/mrdk/YL]

Facebook Comments