Asosiasi Pengacara Muslim Afrika Selatan Desak Jaksa Agung Terbitkan Surat Penangkapan Shimon Peres

DAVOS-KLOSTERS/SWITZERLAND, 29JAN09 - Shimon Peres, President of Israel during the session 'Gaza: The Case for Middle East Peace' at the Annual Meeting 2009 of the World Economic Forum in Davos, Switzerland, January 29, 2009. Copyright by World Economic Forum swiss-image.ch/Photo by Sebastian Derungs

Para aktivis telah menyiapkan gugatan hukum untuk menuntut penangkapan mantan Presiden Zionis Shimon Peres setibanya di Afrika Selatan akhir pekan ini, karena kejahatan perang yang dia lakukan, demikian surat kabar Zionis Ma’ariv melaporkan.

Kunjungan Peres ke Johannesburg sebagai tamu dari komunitas Yahudi untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung “Israel” disambut oleh gerakan boikot berskala internasional terhadap Israel atau Boycott, Divestment and Sanction (BDS), dengan terus melakukan aktivitasnya melawan “Israel” dan perwakilannya.

Dilansir oleh Info Palestina, mengutip dari Ma’ariv, karena mendukung Prancis dalam perang terhadap Aljazair para pertengahan abad 20 lalu dan juga karena dinilai bertanggung jawab atas pemboman kota Qana di Lebanon selama Operasi Grapes of Wrath pada tahun 1996, serta dukungannya untuk rezim apartheid di Afrika Selatan pada tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan, asosiasi pengacara muslim di Afrikan Selatan telah mengajukan tuntutan ke Jaksa Agung di negara tersebut untuk mengeluarkan perintah penangkapan pada Peres.

Sementara itu, menteri kehakiman dan menteri luar negeri Zionis sedang berkeja untuk mengatasi masalah ini di hadapan otoritas Afrika Selatan, untuk menggagalkan tuntutan tersebut dan mencegah penangkapan Peres.

Di sisi lain, penanggung jawab komunitas Yahudi di Afrika Selatan, Nammae Hadar, menuduh gerakan BDS sebagai gerakan anti smith, dan mengatakan bahwa kedutaan besar Zionis di Johannesburg sedang melakukan hal yang semestinya untuk mencegah penangkapan Peres, yang merupakan kunjungan pertama tokoh senior Zionis ke negara tersebut. [infopalestina/islamedia]

Facebook Comments